Showing posts with label kuala lumpur. Show all posts
Showing posts with label kuala lumpur. Show all posts

Monday, March 23, 2009

The Traveler’s Journal 3rd Volume “Enjoy Asia”Part 1 - Kuala Lumpur: Mati Gaya di LCCT Kuala Lumpur


09 Maret 2009, perjalanan gw udah dimulai dari jam 3 subuh, secara pesawat mengudara tepat pukul 6.25 pagi, jadi mau gak mau jam 4.30 pagi udah musti ada di bandara untuk ngurus keperluan check-in dan segala tetek bengek pengurusan bebas fiskal dan imigrasi.

Sedikit note untuk pengurusan bebas fiskal bagi yang memiliki NPWP pribadi, cukup menyertakan fotokopi Kartu Keluarga, Passport, KTP dan fotokopi NPWPnya, lalu sebelum masuk ke zona imigrasi, datanglah ke loketnya, serahkan semua dokumen tersebut termasuk passport asli dan boarding pass, nanti akan ada petugas yang memeriksa kelengkapan surat serta validasi data NPWP sebelum secara official memberi cap “bebas fiskal” pada boarding pass. Setelah itu, silakan melenggang ke deretan counter imigrasi untuk dicap ‘keluar’ negara ini.

Sebelum masuk boarding lounge, gw sama temen gw sempet-sempetnya speedy-an, yang disediain gratisan di sepanjang gate, buat ganti status Facebook... halaah... tetep menjaga keeksisan diri tampaknya, hihi.

Oke, 6.15 pagi, gw dan temen-temen gw udah duduk manis dengan seatbelt terpasang rapi, dalam pesawat dengan nomer penerbangan QZ7602 menuju LCCT Kuala Lumpur. Cukup mati gaya di dalam pesawat karena lama perjalanan adalah sekitar 3 jam. Bagus banget dah. Selaen baca majalah traveler yang disediain sama maskapai penerbangan itu, gw menghabiskan waktu dengan bergosip lalu sempet tidur sejam dan bangun lagi untuk mengisi TTS di majalah traveler itu.

Tepat 3 jam kemudian, kami mendarat dengan mulus di bandara Low Cost Terminal itu. Ngurus tetek bengek imigrasi yang hanya makan waktu 15 menitan, lalu keluar dari area arrival dan.... dimulailah awal dari 4 jam mati gaya di bandar udara yang lebih mirip hanggar itu.

Karena gak dapet tiket Rp 0,- untuk tujuan yang kita inginkan di tanggal selanjutnya, maka mau gak mau kita hanya numpang transit di Kuala Lumpur dan penerbangan selanjutnya yang masuk akal jadwalnya adalah pukul 15.35 waktu Kuala Lumpur, memperhitungkan kemungkinan delay dari pesawat pertama, yang nyatanya adalah tepat waktu. Waaakkksss!!!
Mau dilanjutin ke tengah kota, agak riskan juga karena jarak dari LCCT ke tengah kota itu kurang lebih durasi tempuhnya 1,5 – 2 jam perjalanan, kalo PP ya sekitar 3 – 4 jam lah. Waktunya abis di jalan doang bukan? Maka dipilihlah option pertama: “mati gaya di LCCT Kuala Lumpur”

Udah isi perut pake nasi lemak yang rasanya plain, udah juga keliling bandara yang jarak tempuhnya cuma 100 meteran dari ruang tunggu, dan akhirnya mengisi perut lagi di food court yang berbeda yang terletak di luar bandara. Ternyata food court itu lebih seru makanannya, lebih luas dan lebih sepi.
Di situ, gw pesen mie... ato yang kata tukang jualannya, “no! It’s not noodle, it’s Yee Mee.” Sampe bingung gw menginterpretasikan Yee Mee itu paan, dan lama banget argumen sama si tukang jualannya, dan gw pun dengan desperate bilang, “could you just show me the Yee Mee?”
Ternyata begitu muncul, Yee Mee itu adalah mie-mie juga sih sebenernya, hanya saja dia teksturnya lebih kurus dan sepertinya sih melalu proses yang bikin mienya itu tidak mengandung air, kayak digoreng garing dulu sebelum diolah, jadi begitu dimakan, masih terasa crispy.
Ampuuunnn....!!! Untung enak tuh Yee Mee, hihi.

Lumayan murah sih untuk makan-makan di Kuala Lumpur, gw hanya menghabiskan kurang dari 20 Ringgit sudah ditambah dengan jajan air mineral dan satu kantong Cadburry Bite yang menurut gw akan sangat berguna untuk sarapan di Macau nantinya.

Jam 2 sore, kita siap untuk check in. The sooner the better, karena kita udah bener-bener kehabisan ide buat ngabisin waktu. Setelah urus imigrasi, mulailah menata posisi yang enak buat nunggu pesawat sambil menyumpal telinga dengan teriakan lembut Anis Shimada.

Perlahan tapi pasti, hujan mulai mengguyur Kuala Lumpur. Untungnya cuaca seperti ini tidak mengakibatkan delay. Bisa makin mati gaya dah...


ps: gak ada poto-poto di LCCT KL secara males juga tempatnya kurang oke buat pose, hihi sombooong...

________________________


Bestfriending with the ears: MONORAL – this band has not begun

Wednesday, October 03, 2007

Traveler’s Journal Part XIV: Back to Kuala Lumpur – Night at The Twin Tower

August 19th 2007

02:30AM
RISE & SHINE and... take a bath. Hmm.... untung sedia aer panas, hehehe.

04:00AM
taksi yang kemarin.... tidak datang! Huuh. Untung belom bayar DP.
Dan mendadak, semua supir taksi yang lagi nongkrong di situ berkumpul, menawarkan taksinya masing-masing, mentertawakan kita yang masih setia menunggu taksi itu dan entahlah, mereka membicarakan apa dalam bahasa Thai itu.

Well, anyway, pada akhirnya, setelah tawar menawar pun kita memilih untuk berdamai dengan para supir taksi namun tetap dengan harga tawaran kita, 250BAHT.
Deal.

Untung deh, supir taksinya bukan yang rese.

05:20AM
udah ngantri di counter penerbangan BKK-KL untuk penerbangan 6:40AM

oke, pelajaran paling penting yang harus diinget-inget sepanjang hidup adalah:
“klo mau melakukan perjalanan jauh di dini hari, pastikan sehari [ato semalam] sebelumnya tidak mengkonsumsi: yoghurt, susu dingin, makanan pedas dan.... kelapa muda.”
Kenapa? Karena kombinasi itu dengan sempurna akan bereaksi hebat bila bersentuhan dengan udara dingin.

Yup!!
Akibatnya? Angin puting beliung berskala mematikan, mendera perut gw.
Aiiihh!!!
Dan teman gw pun merasakan hal yang sama. Padahal nih, counter check in udah buka. Uwwiiih... keringet dingin pun membasahi tubuh saat gw susah payah menahan agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

Dengan tidak setia kawannya, temen gw itu meninggalkan gw, yang kepayahan nahan, untuk menuntaskan bongkar muatannya. Huuuhh!!
Tambahan lagi, paspor dia bermasalah dan membuat gw harus bekerja multitask dari menahan deru angin dalam perut dan menangkis kata-kata petugas yang berarti bikin gw mikir 2 kali [dalam bhs indonesia lalu mentranslasikannya. Huuuh. Dasar!]

Begitu selesai, gw gak mikir panjang lagi.
Langsung melesat ke toilet. Hahaha!!!

06:00AM
sarapan dulu deh. Ato at least... menghangatkan perut.
Satu gelas tall earl gray tea jadi pilihan gw di Stabucks. Sementara temen gw, sok kuat dengan menyantap spinach quiche dan.... hot chocolate. Keduanya dengan sukses kembali menimbulkan angin puting beliung di perutnya. Hahaha!!!

Oha, awalnya, di bandara thai itu harus bayar 500baht buat airport tax. Ternyata, sejak bandara pindah, tax itu ditiadakan. Hiphiphooray!!! Kembali kaya deee, hehehe.

06:40AM
gw udah bilang sama temen gw, klo 6:45 harus ada di terminal. Tapi temen gw bilang, “kan terbangnya jam 7, tenang aja deh!”
apa yang terjadi? Saat sampai di terminal, udah kosong. Trus, petugasnya bilang, “to KL? Take-off in 3 minutes!”
ala... yang ada, lari-larian deh. It’s already the final call for us. Sempet salah belalai pula! Untung pesawatnya sepi bener jadi pas kita masuk, gak disumpah-serapahi sepesawat, hehehe.

Menikmati penerbangan dan sesekali jatuh tertidur. Hehehhe....

ini loh "tugas" rutin di pesawat


09:30AM
back to Kuala Lumpur...
huuuhhmmm....

anyway, setelah mampir bentar [lagi] di kamar mandi dan urus bagasi, kami pun memesan karcis bis SkyBus yang melayani perjalanan LCCT-KL Sentral seharga RM9 [ada juga yang RM8 yang warna kuning, tapi dulu udah pernah, jadi nyobain yang SkyBus yang merah deh] bareng serombongan cewek dari Indonesia juga. Tapi, kita terlalu sombong untuk nyapa mereka, hahahaha!!!!

Tadinya sih, mau nginep di daerah KL Sentral, tapi akhirnya memutuskan untuk kembali ke hotel yang lalu... “Emerald Hotel”, hmm...
Yang ada di kepala gw saat itu hanya.... “Only Mee”!!!!
Perut gw udah keroncongan hebat soalnya!!!!

Oiya, selama perjalanan ke KL Sentral, gw duduk bersebelahan dengan cowok KL yang cukup ‘lumayan’ sementara temen gw duduk di belakang 2 orang laki-laki bule yang lagi pacaran. Hey, i’m not kidding, mereka pacaran beneran! Awalnya, temen gw gak nyadar. Baru pas gw kasih tau, dirinya memperhatikan dan tergelak sendiri melihatnya. Kenapa? Karena dua-duanya tipe cowok penakluk alam yang macho. Gak ngebayang kan bagaimana mereka pacaran? Hehehehe... so romantic for sure.

11:00AM
mendekati KL Sentral, gw bertanya pada cowok di samping gw perihal waktu, dan mendadak dia ngajakin ngobrol dan menunjukkan ponselnya. Dia bilang, “tahu ini tidak?”
gw memicingkan kedua mata, berusaha menerka-nerka wajah yang terpampang di wallpapernya. Siapakah itu? Yah, tak lain dan tak bukan... ACA. Aih... haruskah kemanapun melangkah dihantui oleh dirinya? Dan dia pun dengan suka cita menunjukkan foto-foto cewek itu [plus lakinya juga si Irwansyah itu] yang dia ambil di bandara saat mereka ke KL. Aiiihh..... titip salam pula! Lo kate Indonesia kecil semua orang kenal? Cape deee.

11:45AM
berada dalam taksi menuju Bukit Bintang yang sumpah!!! Itu tukang taksinya, reseeeeee buanget! Sebenernya, gw gak mau rasis ya, tapi gimana dong, mereka sendiri yang membuat citra orang dari negaranya buruk siiih! Udah ngomel-ngomel di daerah Bukit Bintang itu macet [padahal, cuma nunggu lampu merah doang!], apa kabar kalo mereka jadi tukang taksi di Jakarta ya? Bisa gantung diri kali, hehehe.

Mendekati jam 12.30 siang, sampelah kita di hotel itu. Unpacked sebentar daaan.... “ONLY MEE”!!!
Hmm... enyaaaakkk!!! Puas banget deh makannya!

01:00PM
abis makan siang, langsung keliling-keliling deh. Keliling mall tepatnya. Iseng aja ke Berjaya Thames Square dan mall-mall lain yang mengitarinya.

04:00PM
berhubung ujan, maka setelah belanja cemilan Malaysia, kita pun memutuskan balik ke hotel buat... TIDUR!!!!

06:30PM
hari masih terang dan memutuskan untuk ke Twin Tower lagi, buat foto itu gedung di kala malem yang banyak lampunya, pluuss... beli miniatur gedung petronas [yang udah gw incer dulu] itu di gift shopnya. Naek bis ajalah ke situ dan memanfaatkan RM2 seharian. Hmm... enak juga!

begitu sampe, tanpa babibu, langsung.... FOTO!!!!!






07:00PM
puas foto-foto, lanjut ke gift shop Petronas yang nyatanya.... UDAH TUTUP!!! Hiks...hiks...


oowwh, miniaturku... Sayonara!

07:30PM
heading to Petaling buat... sightseeing di hari terakhir itu, beli burger daan... makan kerang bakar lagi! Hihihi... nyamnyam deh.
Somehow.... i already miss the journey.... hiikk..

10:00PM
back to hotel.... packing.... bobo!!!!

ini hotelnya.....

ini neighborhood hotel [notice the H?? itu hotel awal kita]
welcome 2 da el-e-va-tor
yak.. mw ke lantai brp? penthouse? ngimpi aja deh loo!!

ini yang punyanya

perhatiin deh interior hotelnya.... JADUL bangets kaannn???hihihi
oh iya, ini kamarnya....




Hiks... tak terasa, hari-hari penuh kemerdekaan itu akhirnya selesai juga... huaaaaaa!!!
Besoknya dah ngantor aja gituloh!

-- End of Traveler’s Journal Part XIV: Back to Kuala Lumpur – Night at The Twin Tower --

________________________________
the sums:

klo ke luar negeri, trus nemu barang lucu, saat itu juga lakukanlah: penawaran hingga ke harga yang diingini [klo gak fixed-price] dan segera bawa kabur benda itu. Kenapa? Karena anything can happen a.k.a bisa aja tokonya tutup ato barangnya abis. Hiks... klo itu hanya di Mangga Dua ato Tanah Abang, bisa balik lagi naek angkot besokannya. Klo Ladies Market? Ato Petronas Gift Shop? Emang mo carter pesawat??

Tuesday, September 04, 2007

The Traveler’s Journal part V: The Skybridge Petronas Malaysia – Beauty in Stealth

August 11th, 2007

06:50AM
RISE AND SHINE!!!!!!!!!!!!!!!!
Damn! I love that day, since I didn’t have to wake up vvveeerry early ^_^
Dan satu lagi yang gw suka: finally stepping my two feet on Petronas’ floors!

08:00AM
Berjalan kaki... LAGIIII!!! Sambil mencomot satu tangkup tuna sandwich di 7eleven yang huuumm.... sangat tidak well-tasted. Tapi, demi mengisi perut, apa saja jadilah. Terlebih, gak ada tukang nasi lemak seliweran di pinggir jalan, mengingat hari itu adalah hari Sabtu dan gak ada orang kerja.

Rencana hari itu adalah pagi hari mengambil tiket gratis naek SkyBridge Petronas dilanjutkan dengan ke KL Tower dan killing times di KLCC Suria.
Dan kali itu, kali pertama kami mencoba bis RapidKL yang katanya, RM2 seharian. Hmmm...patut dicoba bukan?

08:45AM
Sampai juga di gedung kembar tertinggi di dunia itu. Dari jauh, aura-aura sophisticated in an elegant yet powerfull scent udah kecium. No wonder deh kalo Malaysia cinta banget sama gedung yang satu ini [eh, dua maksud gw]. Mentereng dengan gagahnya.
Dari depan sih, terlihat sepi tanpa penghuni. Maklum, orang kantoran libur dan mall juga belon pada buka kali yee...
Namun oh tetapi.... saat menuruni eskalator menuju gate skyBridge, uhmm uhmm uhmm... saat itulah terkuak misteri keberadaan manusia. Sumpah, ngantrinya kayak ibu-ibu ngantri minyak tanah!! Penuh sesak!!!

Mau gak mau, ngantri jugalah! Once in a lifetime cuuuyyy!

Oops, pas baru aja ngantri, ada tiga orang bule yang ikutan antri tepat dibelakang gw dan temen gw. pssst...salah satu dari mereka, instruktur ThaiBoxing, so pasti dong badannya yummy...he3. Uhm..nice spot! Gorgeous looking guys indeed.




Dan oyayaya... ada jejak INDONESIA!!!!! Tergeletak begitu saja di lantai marmer itu...

Hahaha, gak jauh-jauh ya? Orang Indo emang gak pernah bisa terpisah total dengan tanah airnya. Terbuktikan obat pusing aja musti bawa jauh-jauh dari Indo. Kayak di KL gak ada apotek buat beli aspirin aja. Dah gitu, jiwa Indo-nya pun melekat kuat. BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!!! Hahaha!!! Nice pick!


11:40AM
kelar juga ngantrinyaaa!!!!!!!!!! Dan kita dapat giliran jam berapa? Jam 6:00PM saja kok... HAHAHAHA!!!! Yah, untung aja, selama ngantri banyak ‘pemandangan’ menyegarkan jiwa raga dan pastinya cukup menyenangkan...^o^
Taking pictures here and there


and to capture the whole towers, you need more than just a simple sacrifice....


then finally..... LUNCH TIME!!!!!
Sepiring nasi briyani plus cumi goreng tepung, sepiring nasi briyani plus ayam saos pedas dan satu ekor kepiting goreng garing jadi menu makan siang kali itu. Rasanya? SUEEEEDDDAAAPPP nian. Hmmmm....

00:37PM
Keliling KLCC-Suria mall kayak orang gila mall. Sampe pegel ini kaki, bahkan sempet ketiduran pas nungguin temen gw transfer memory card kamera digitalnya.
Intinya adalah KLCC-Suria Mall rendezvous.
And Hell!! Mengapa semua orang membeli VINNCI?!?!

03:00PM
Berjalan-jalan di taman Petronas berbekal gorengan aneh dan sekotak susu coklat [buat gw] dan sebotol air mineral dingin. Ngapain di taman? Tidur-tiduran!



Yup. Berdua. Tidur-tiduran. Dan share iPOD.
Terlihat seperti ‘pasangan’ dan memang dikira begitu dengan ‘pasangan sejenis’ yang lagi memadu kasih di seberang danau, aiiih....

03:27PM
Datanglah dua pengacau asal Iran yang bergabung dan mulai membual. Apa yang gw dan temen gw lakukan saat itu? Hanya cengar cengir dan membalas sekenanya. Yea rite!!!
Untung hanya setengah jam saja pengacau itu mengganggu

05:17PM
Memutuskan untuk meninggalkan taman, membuang muatan di toilet dan heading to the Petronas SkyBridge.

05:50PM
Lobby Petronas SkyBridge. Doing what? Just admiring the whole scientific thingy in the making of Petronas. Aanndd... crushing over the ‘three guys’... ^0~

06:00PM
Let’s get inside!!!
Pertama-tama, tamu dibagiin nametag [gk ada namanya sih] sama kaca mata model Chip gitu buat nonton 3D. Abis itu, setelah nunggu 10 menitan [tentu dihabiskan sambil poto2lahhh. Skalian flirting ma 3 bule di depan, ha3], mulai juga film 3D yang dinanti2. Sayang, gak boleh dipoto. Isinya apa? Tentang seberapa perkasanya Petronas [yea rite, look where you dig the oil bro!!] dan bla dan bla.

Setelah itu? SkyBridge walking, finally. Masuk situ aja, harus melewati berbagai rintangan [pemeriksaan maksudnya]. Takut di-bom kali yee!
Lalu berhimpitan [disamping bule2 itu tentunya] dalam lift besar yang buuuurrssst!!! Langsung melesat ke lantai 50sekian.
Apa yang selanjutnya dilakukan? Well, just exploring the bridge by taking pictures.
MORE pictures exactly!


06:30PM
Cuma sebentar kok di SkyBridge itu. Sangat tidak sepadan dengan lamanya mengantri. DAMN! Gw sempet ngirain klo bakal ada games ato jalan-jalan ke perkantorannya, heee..ngarep!

07:00PM
Oke apa yang dilakukan? MAKAAAANNN!
Dengan persediaan uang yang menipis, maka diputuskan untuk makan kerang bakar berdua [tanpa minum] dan membeli nasi goreng kampung di resto Jalan Alor.
Menyedihkan sekali yaa???

10:00PM
repacking...preparing to get some sleep since the day after we had to rush to the airport at 3:30AM
yeaaa!!!
We were going to fly to... the MACAU!!!

--end of The Traveler’s Journal part V: The Skybridge Petronas Malaysia – Beauty in Stealth --
___________________________________________
the sums
well, gak nyangkal juga sih klo gedung kembarnya Petronas itu emang WAH buanget. tapi klo dipikir-pikir lagi nih.... "where exactly is they dig the oil?? hmm.....". you know what i'm talking about rite?

Monday, September 03, 2007

The Traveler’s Journal part IV: Genting Highlands Malaysia – Craving for More Thrilling Rides

August 10th, 2007

05:30AM
RISE AND SHINEEEEE!!!!
Get your butt out of the bed, kids!! Hahaha! ^0^

Agenda pagi itu: mandi, repacking and check-out then check-in again.

07:37AM
Mengendap-endap turun ke lobi hotel yang masih gelap dan di meja lobi, berserakan botol bir, bungkus kacang dan rokok. Maklum, semalem emang banyak banget bule yang nongkrong disitu.
[Catatan kecil, di hotel yang berkonsep dorm/sharing, jangan kaget kalo kesehariannya, bule-bule itu hanya duduk-duduk di lobi, baca buku atau browsing internet dan ditutup dengan ngegosip sambil minum bir sampai subuh. Memang, mereka gak punya tenggat waktu, jadi suka-suka dia aja kapan mau pergi ke sini atau situ atau mau pulang kapan. Buat yang punya tenggat waktu, agak susah juga mau mingle, tidur jam tiga subuh lalu take off jam 5? Yang bener aje... bisa pingsan di jalan, hehehe]

Di lobi itu kami menggerayangi roti dan selai serta sedikit merusak water boiler machine [hehehe], sebelum angkat kaki dari hotel itu dan menjejakkan tanda tanya pada sang satpam yang kami berdua jawab, “we’re going to stay in Genting” [ha!! Bullshit! Kalo sanggup nginep di Genting, ngapain nginep di Bukit Bintang?! Dasar bodoh!]

08:27AM
Well, soon after dumping our luggage, berdua langsung menuju station MTR Bukit Bintang menuju station MTR Putrajaya. Duduk-duduk mengagumi MTR Malaysia, gw gak nyadar kalau ada satu hal vital yang terlupakan oleh gw. Apakah itu? Selembar jaket. Yup! Terkesan sepele memang, tapi begitu kau berada di Genting highland, keberadaan selembar jaket menjadi cadangan nyawa yang berarti, hahaha! Dingin gila!!!
Apa mau dikata, secara lupa sama jaket sendiri dan udah berada di MTR yang membawa ke Station Putrajaya, mau gak mau, gw bertahan dengan dinginnya udara yang menusuk hingga ke tulang.

Satu hal yang gw suka dari MTR yang membawa ke Putrajaya adalah MTRnya yang sepi daaann... bisa langsung nongkrong di depan [note: MTR yang ke Putrajaya itu tak ada drivernya alias automatic!!] dan menikmati rel kereta yang meliuk-liuk dengan pemandangan pegunungan yang berkabut. DAMN NICE!!



10:...AM
Sampe di Station Putrajaya, yayaya... angin dingin menyambut menusuk kulit. Segeralah menuju loket penjualan karcis masuk Genting Highland. Kalau hari Senin-Jumat, ada paket seharga RM26 [bis PP-skytrainPP-atraksi pilihan mau makan all you can eat atau outdoor park games], gak enaknya sih, harus nentuin waktu pulang juga, jadi bener-bener dibatasin. Gw sampe di Putrajaya jam 10an lebih dan memutuskan untuk pulang dari Genting jam 5:15PM [cukuplah lamanya berputar-putar disitu bukan?]

11:12AM
Setelah menaiki bis dan menyusuri jalanan kelok-kelok yang tak kunjung menurun alias mendaki terus, akhirnya sampai juga di terminal skytrain alias kereta gantung. Wuiiihhh!!! Di terminal itu aja, angin dingin udah kerasaaaa banget. Kebayang dong, untung gw gak gagayaan pake tanktop, bisa mati kedinginan gw!!

Awalnya, gw gak gitu jiper saat mendengar kalau untuk mencapai Genting harus pake skytrain. Dalam hati, “ala, paling lima menitan lah”.
TERNYATAAAA?!?! Gila! Sekitar 20menitan kita digantung di atas sekian ratus meter dari tanah, merayap perlahan di seutas tali, di atas hutan hujan Malaysia yang sumpah lebat banget!

Semenit, dua menit sih, masih lucu. Begitu lewat dari 10 menit merayap dan sejauh mata memandang hanya ada hutan dan hutan, jantung rasanya mencelos juga. Apalagi kalau melayangkan pandangan ke bawah. Aiih maaakk... nyawa gw bergantung hanya pada seutas tali euy!!! Buat yang phobia ketinggian, wassalam ajalah, hahaha!

11:45AM
Begitu sampai di terminal Genting, wuiih, rasanya jantung gw kembali berfungsi normal, hehehe. Langsung tanpa ba bi bu menuju the theme park. Lari-larian menembus mall yang cukup besar lalu HWAAAAHHH.... udara super dingin pun menyambut tatkala kami sampai di taman bermain outdoor itu. Intinya sih, taman bermain macam Dunia Fantasi hanya saja lokasinya itu di puncak gunung dan berada di satu areal yang sama dengan sebuah hotel tempat mangkal para gambler kelas kakap alias Casino.

Soal outdoor theme park, jujur, sebenernya, permainan di Genting itu, ecek-ecek aja, gak seperti Dunia Fantasi malah! Mungkin yang paling thrilling itu adalah Space-shot [dimana kita duduk lalu ditarik sampe ketinggian sekian ratus meter dari tanah kemudian di’jatuh’kan begitu saja] dan Flying Coaster [trek roller coaster tapi penumpangnya berposisi macam Superman gitu]. Tentulah dua rides itu gw naiki! Selebihnya sih, gak beda jauh sama Dunia Fantasi. Malah Kora-kora versi Genting terasa bagai naek perahu aja gitu, kecil dan gak thrilling sama sekali!


Lucunya, pas naek kora-kora mini itu, sempet diberhentikan dan diamuk sama petugasnya. Gara-gara gw dan temen gw memprovokasi para penumpang untuk berdiri [yang biasa banget dilakuin di Kora-Kora Dufan, bukan?] dan malah bikin seorang anak keturunan Arab mau berdiri di atas kursi [bodoh banget yaa?!] yang notabene bisa bikin dia jatoh. Udahlah, giliran itu dihukum sekian menit gak bergoyang dan mba-mba supervisornya marahin anak kecil itu. Untung bukan kita yang dimarahin. Hahaha!!! Trendsetter berdiri di Kora-Kora sih tapinya tetep!

01:45PM
Waktunya makan siaaaanggg!!! Gila! Laper buanget gw!
Alhasil, di dalam First World Hotel Genting, kami mencari-cari kesana kemari kedai makanan yang menggugah selera, dan berhentilah di depan kedai Mie berjudul "Only Mee". Sebenernya, kedai ini ada dan menarik perhatian gw juga di Bukit Bintang. Tapi, gak kepikiran buat nyobain. Akhirnya, masuklah ke kedai itu. Liat-liat menu, dan semangkuk Duck and Ginseng Mee, semangkuk Penang Mee dan segelas teh tarik dingin pun terhidang di depan mata.
Rasanya??? WUIIIIIIHHHH..... mantap banar sedyyap nian!!


Yang pasti, abis ludes! Buktinya, gw hanya menyisakan sekian butir kismis merah dan genangan kuah saja.

02:00PM
Mengubur rasa penasaran temen gw akan SkyVenture, akhirnya masuklah kami ke dalam venue ride itu. Liat-liat sebentar [tepatnya, mengagumi kegantengan dua kakak beradik bule ganteng yang lagi sign-up for the ride sih], dan temen gw pun memaksa dengan amat sangat untuk ikut mencoba ride itu. Gw agak ragu, karna badan gw masih sakit-sakit akibat fatigue yang melanda. Plus, rentetan pernyataan konsekuensi yang kok mirip Bungee Jumping yaak... [not that I give up Bungee-ing, but I wasn’t ready for such Bungee-thingy with such condition!]

Terjadilah argue yang cukup alot antara gw dan temen gw. Mba-mba resepsionisnya pun memastikan everything will be just find. Dan bertepatan dengan gw membulatkan tekad untuk mencoba [it’s now or never anyway], seorang instruktur SkyVenture keluar dan mendekati. Dua lembar formulir pun disodorkan ke depan muka dan sebuah kartu disodorkan pada resepsionis.
And I, officially signed-up!


Berhubung abis makan, mau gak mau harus tunggu 1 jam lagi untuk sky-ing. Ya sudah, setelah dapet gelang tanda ikut serta, keliling-keliling deh. Termasuk bongkar muatan di toilet, hahaha!!!

03:20PM


And the thrilling adventure was ready to begin!!
Menyaksikan kedua kakak beradik bule yang signing up sebelum gw tadi beraksi, bikin gw jiper buanget!! Sebenernya sih enak banget ya, terbang begitu bebasnya. Tapi... ew-ew....mendadak nyali gw menciut. BAH!!

03:30PM
We’re ready to rock on babe!!
Setelah briefing, keempat orang [gw, temen gw dan dua orang laki-laki lain] pun digiring ke tube tempat dimana angin berkecepatan 193 km/hr itu disemprotkan dari bawah dan membuat tubuh ini melayang-layang.
Berhubung gw udah tau banget klo angin itu bakal dengan sukses menggulung gw, maka gw pun pasrah ajalah.
Kita dapet 2 kali game. Setiap selesai satu babak, seorang free-styler masuk tube itu dan mulai ber-breakdance [owh, hell yea, the free-styler is a gorgeous-looking hot man].

Gw adalah giliran pertama.....

dan yup!!! Menggulung dengan sempurna, membuat sang instruktur kepayahan menahan gw biar gak nabrak sana sini. HAHAHA!!!

Begitu keluar, instruktur free-styler yang menonton tertawa melihatnya, lalu dia mengatakan kalo kaki gw menekuk [padahal gak boleh banget]. Gw yakin banget kalo gw udah meluruskan kedua kaki gw kok! Tapi kenapa dia keukeuh bilang kaki gw nekuk ya? Hmm....

Begitu giliran kedua, gw udah pasrah ajalah, teu ngarti rek dikumahakeun. Dan mendadak, gw merasa diri gw mengambang jauh ke atas. HUUURAAAYY!!! Was it me just flying?!


Hahaha!!! Yea, you wished Ken...
Kenapa? Karena ternyata, gw ditandemin sama si instruktur. Justru dia yang muter-muterin gw ke atas, ke bawah, nyaris nabrak kaca dan segala-galanya lah. Thrilling, indeed!! I really enjoyed it...
Haa... udah ge-er aja gw, berharap kalo bisa terbang.
Well, I think... flying needs more than just two wings... hahaha!!
But, I wouldn’t mind having another grip on it. It’s fun!


And a certificate was awarded... ^o^


ps: on the contrary... my friend did waaaayyy better than me. She had all the credits. Bet she worked hard for it to get the free-styler’ attention, hahahaha!!! But, it was worthed. She had it! [the attention I meant]

04:12PM
Casino walking tour
Yeayea... selain buat tempat maen, Genting juga terkenal sebagai surga buat para gambler. Nah, setelah memacu jantung kerja ekstra, akhirnya gw dan temen gw pun ngaso sambil liat-liat para gambler itu mempertaruhkan nyawanya buat memenangkan ribuan dollar. Wuiiih, tampang mereka gak ada lucu-lucunya deeeh. Boro-boro inget flirting, mereka udah ribet sama deretan angka di depan muka mereka! Jadi, tampangnya jelek semua! Jutek plus serius buanget!

ps: temen gw sepertinya kekurangan thrilling drives sampe harus memacu kembali kerja jantung dengan..... mencuri dua buah pensil Starworld Casino, HAHAHA! Thank God they didn’t put us in jail [gak lucu kan berita penjeblosan ke penjara si Nicole Ritchie plus Lindsay Lohan kalah seru sama berita penangkapan gw dan temen gw? hahaaha!!!]

04:45PM
Baru menyadari kalo jadwal bis yang harus dinaiki balik ke Putrajaya adalah jam 5:15PM. Tanpa ba bi bu, kami berdua langsung melesat lari [bener-bener LARI cuuuyy!!!] menuju terminal Skytrain yang notabene, JAUUUUHHHH buanget.
10 menit waktu yang dibutuhkan untuk lari sampe ke SkyTrain Terminal dan antriannya cukup panjang. Sumpah, jantung kembali dipacu, karena kalo gak sampe ke Terminal Bis Genting tepat jam 5:15 maka terpaksa beli lagi tiket bis ke Putrajaya yang notabene [lagi] MAHAL... hiks...

05:14PM
Satu menit tersisa untuk melepas napas lega, sebelum bis itu tancap gas meninggalkan Terminal Genting. Gilingaaaannn!!! Entahlah gulungan mie yang 3 jam lalu gw lahap habis itu berceceran dimana, hahahaha!! Sumpah!!! Cuma ada satu kata: CAPEKKK!!! Kaki gw berasa mau copot aja gitu.

Di jalan, sibuk ngomentarin hasil karya jepret-jepret SkyVenture yang kocak abiiiisss
[sorry pren, salah set! Gw malah make ISO yang notabene sensi dan bikin gambar noisy...hahaha!!!]

07:30PM
setelah istirahat sebentar abis menggojlok kerja jantung, gw dan temen gw pun berencana untuk menghabiskan malam untuk.... tour da mall! Yup! Kemana? Yang deket aja, walking distance ke Berjaya Times Square.
Memang, terlihat begitu dekat. Tapi saat dijalani, BEUHHHH jauh beeng yaaakkk!!
Gilaa!!!
Tapi malah jadi masuk-masuk ke Sungei Wang, ke Plaza Imbi, sampe ke Plaza Low Yat dan semuanya itu terletak dekat [dalam arti kata sesungguhnya] dengan hotel.

ps: sempet ngambil foto langit KL di jam 07:30PM dari jendela kamar hotel. Begitu terang bagai masih jam 5 sore. Tapi dalam sekejap mata, langsung menggelap kelam.

10:17PM
Muterin Berjaya Times Square sana sini cari makanan, gak juga nemu makanan yang menarik hati. Alhasil, balik pulang daaaan... iseng-iseng bertandang ke jalan Alor yang notabene terdapat banyak stall masakan chinesse. Seporsi besar nasi goreng ikan asin plus es jus jeruk pun dijadikan menu makan malam [atau supper tepatnya] di hotel, dimakan dengan kering kentang dan abon bekal dari kampung halaman, heehehe.

-- end of the Traveler's Journal part IV: Genting Highlands Malaysia – Craving for More Thrilling Rides --

_________________________________________
the sums

jujur klo cari thrilling rides, Genting gak ada apa-apanya sama Dufan. tapi klo mw cari one stop casino plus taman bermain, emang Genting tempatnya.
i think, the most thrilling ride was... "the SkyTrain", hahaha!!!