Wednesday, September 12, 2007

The Traveler’s Journal part VI: Macau – Getting Lost In Translation and Direction in a Gambling Paradise

August 12th, 2007

02:30AM
preparing to RISE AND SHINE
DAMN!!!!

03:45AM
benar-benar meninggalkan hotel dan menyambar taksi di pinggir jalan.
Straight to... KL Sentral untuk dilanjutkan tidur dalam bis menuju LCCT - Airport Kuala Lumpur yang ditempuh selama 1jam-an

06:30AM
Flying to Macau...
Well...actually, sleeping while flying to Macau, hahaha.
Sumpah! Gw hanya tidur dan tidur di dalam pesawat.

10:00AM
Welcome to the paradise for the gamblers!!!
Yup! Cuaca emang lagi gak bagus. Berawan banget. Tapi saat mendapati pemandangan Macau, gak peduli deh dengan parade awan yang memayungi bumi, hehehe.

Seperti apa International Airport Macau???
Sepiiiiii nian bak kuburan. Omigosh!! It’s an international airport for heaven’s sake!!

Anyway...tugas utama: IMIGRASIIII!!!!
Yup! Dan, entah bagaimana kenapa, mendadak paspor gw dan temen gw ditahan. O..boy, O..boy!! [donald duck mode: ON]
Panik? Tentu. Pucat? Pastinyaaa!!!
Gw dan temen gw saling tatap heran dan tidak mendapatkan jawaban apapun saat kepala imigrasi itu menyuruh kami menunggu diluar sebuah ruangan dan dirinya menghilang untuk beberapa saat di dalam sana.

Sekian menit kemudian, dirinya keluar [masih dengan muka datarnya] dan menyerahkan kedua paspor itu.
“Is there something wrong?” tanya gw.
“no. Just for a record. It’s your first time coming to Macau. You’re from Indonesia.”
Hell!!!
Kenapa gak bilang-bilang!! Bikin panik aja!

Dan yaa, dua gundukan ransel hitam itu menjadi dua luggage terakhir yang muter-muter. Haa...
Ke Information center dan dibuat terkaget-kaget karena informasi yang terpajang di internet beda total dengan yang sesungguhnya, lalu dilanjutkan dengan menukar uang secukupnya.
Kendaraan apa yang dicari?
Sebuah public bis bernomer AP1 [yang sumpah jaraaaangggg buanget] menuju ke terminal Jetfoil Ferry untuk kemudian melanjutkan dengan bis bernomer 32 [padahal, menurut internet, langsung naek AP1 dan berhenti di depan Lisboa...hmm ~_~]

Satu hal yang bikin gw frustasi adalah.... no one actually speaks ENGLISH [nor even reads latin]

11:00AM
muter-muter Av. Henrique mencari sebuah hostel/guesthouse bernama Auguster’s Lodge. Nanya sana sini, gak ada yang tahu. Even nama jalannya! Dan saat mendekati orang untuk bertanya, mereka akan lari ketakutan dan bilang, “no english”. Olala...

Bertanya pada seorang sales Citibank, dirinya malah bilang [pake bahasa tarzan] kalo tulisan alamat [yang gw sodorin] dalam bahasa Portugis, dan dia tidak tahu. FOR GOD’S SAKE!!! Macau itu kan jajahan portugis dan setiap jalan itu ditulis dengan dua bahasa [cina dan portugis] masa’ dia gak tau?! Please deh, ni orang udah tinggal berapa lama sih di Macau?!

Alhasil, keluar masuk jalanan kecil, sempet nanya sama bule beler [teteup loh bow, kita pake kalimat pembuka, “do you speak english?” udah jelas2 bule gitu yaa... hahaha!!!! bikin itu bule makin pusing ditengah kebelerannya dan menatap kita kesel] dan tetep hasilnya nihil.
Lalu, gw berinisiatif untuk nanya pada pramuniaga toko perhiasan di situ. Gak mungkin dia gak tau bukan? She lives there gitu loh. Dan jawabannya? Sama saja. She didn’t know and couldn’t read. DAMN!!!
Ditengah keputusasaan itulah, gw mendapatkannya: Rua Do Dr. Pedro Jose Lobo. Yang letaknya? Tepat dibelakang toko yang barusan gw tanya pramuniaganya. NAJIIIIISSSS!!!

Ohlala...
Didapatilah tulisan itu juga akhirnya: Auguster’s Lodge, yang ternyata terletak di sebuah ruko di lantai tiga yang notabene bertangga banyak tanpa dilengkapi fasilitas lift maupun eskalator. Selain itu.... aroma pengap, lembab dan berdebu langsung menyambut tatkala kaki melangkah memasuki ruko terselubung itu. AIIIIHH... dengan beban seberat itu di bahu, rasanya lengkap sudah!!
owh ya.. dan beginilah tampakan kamar sewaan kami [share-4beds]

semakin lengkap dengan pemandangan di luar jendelanya..... [so...Asia?hehe]

00:17PM
setelah mengurus tetek bengek per-cek-in-an, gw dan temen gw desperatelly seeking...something for LUNCH!!
Pengennya sih hawkers yang jual jajanan situ. Terbayanglah, klo di Indonesia, di sepanjang jalan ada tukang baso, tukang ketoprak, tukang somay, tukang gado-gado, tukang mie ayam ato nasi goreng. Tinggal milih intinya!!!

Di Macau? Well... tepatnya di tengah kota memang tidak ada pedagang kaki lima saudara-saudara. At least di siang hari.
Terpaksalah menggerayangi...McDonalds. Yup!
Dan jangan tanya berapa harganya, karena rasanya dongkoooll buanget!!

00:45PM
kemana tujuan? Ke Grand Lisboa. Bukan mo judi, tapi mau cari loket penjualan tiket Ferry Jetfoil Macau-Hongkong. Dan seakan mencari Brandon Boyd [of Incubus...] di belantara hutan hujan Kalimantan [a.k.a tugas sulit] rasanya untuk menemukan loket sialan itu.
Dari Grand Lisboa, kami harus loncat ke Hotel Lisboa yang terletak tepat diseberangnya.
Dari Concierge Hotel Lisboa [yang butuh perjuangan nemuinnya], dioper ke Receptionist lalu dioper kesana dan kesini [“the locket is behind the stairs, near the race”, well it sounds simple but hell! It’s making you depressed even more 2 find it!] sampe nemulah loket itu di jajaran loket judi. NAJIIIISSSS!!!!!!!!

Dan setelah ketemu, ternyata loket itu tidak menerima kartu kredit apapun. MONYEEEEETTT!!!
Bete banget daah! Mau ke ferry terminal, selain jauh juga lagi ujan. Alhasil, gw memberi saran untuk ke warnet dan buy the ticket online [ini saran yang baik buat yang mau lanjut ke Hongkong pake ferry! Belilah tiket ferry itu online dari rumah elu sendiri. It’s a lot easier and saving your time as well]

Namun, apa daya... pencarian sebuah warnet di kota itu, melebihi mencari Brandon Boyd [of Incubus...] di belantara hutan hujan Kalimantan. Bahkan, mencoba bertanya pada seorang gadis remaja malah bikin itu anak hampir nangis desperado gak bisa ngasih kita arah yang bener. Kocak banget.

Alhasil, jalan masuk-masuk gang yang malah membawa ke Leal Senado [tujuan besok sebenernya] di tengah rintik hujan, ditemukanlah sebuah warnet yang..... dipenuh-sesaki para perempuan [dugaan gw sih, TKW2 gitu] yang ber-chatting ria dengan webcam. Alammaaak.... *klontang*
Semua warnet yang dimasuki, penuh sesak dan ya... semua window yang mereka buka adalah chatroom dengan webcam.... ckckckck...

Namun, ditengah kericuhan isi kepala dan kepenuhan warnet kesekian yang kami datangi, tiba-tiba malaikat penyelamat menjelma dalam diri seorang laki-laki bertubuh tinggi, berkulit putih, berambut hitam dan berwajah hispanik. Tanpa diminta, mendadak laki-laki itu berdiri, tersenyum dan berkata, “you can use this one.” [and somehow, it sounded so rhyming that time]

Sumpah! Saat itu gw speechless dan tanpa ba bi bu, langsung duduk di kursi itu, dan berjibaku dengan aplikasi TurboJet tanpa teringat akan laki-laki itu. Baru setelah kertas bertuliskan “verified” itu tercetak, gw dan teman gw teringat akan dirinya. Olala... siapakah malaikat berkedok laki-laki ganteng itu?!?! Lalu, kami berdua mulai membodohi diri sendiri deh... nasib!!

01:35PM
Kun Iam walking distance.
Tujuan selanjutnya adalah daerah pesisir pantai. Padahal, Leal Senado udah di depan mata, tapi kan itu rencana besok pagi. Alhasil, tetep pada schedule.
Apa rasanya jalan kaki dari Leal Senado ke Kun Iam Statue?
Cuma satu kata: PEGEEEELLL!!!!

Di peta sih emang keliatan deket. Tapi begitu dijalanin... Beuh!!! Klo gak punya cadangan kaki lebih, sama tabung paru-paru kosong, mendingan naek taksi ajalah [ini juga berarti cadangan devisa lebih yaa??]
Busyeeett.... untung aja, cuacanya berawan, malah gerimis, jadi gak kering kerontang dijemur di bawah mentari. Biarin deh basah-basahan juga.

Sempet juga berbahasa tarzan ria dengan seorang ibu-ibu pengendara motor dan seorang satpam. Sumpah deh, a MAP is a new word of LIVE di Macau, ^_^ tanpa peta, you can do nothing in the middle of nowhere, hehehe.

Senjata paling ampuh buat tanya jalan, itu cuma peta bergambar, lalu tunjuklah gambar itu [soalnya klo diomongin pake bahasa inggris, malah kagak ngarti dia! Heran kan?!] dan biarkan dia nyerocos tunjuk kanan kiri. Hmm... that’s the real getting lost in translation, lemme tell you.

The landmark tour kali itu [yang memakan waktu tempuh jalan kaki kurang dari sejam dari Senado-Macau Art Museum-Kun Iam Statue] membuahkan hasil yang menenangkan jiwa [bukan kaki ya...]
Rasanya, puas aja begitu menginjakkan kaki di pelataran patung Kun Iam yang... kok keliatan lebih kecil dari bayangan gw ya???


Aniway, setelah poto sana sini, beli kartu pos yang murah buanget [10MOP for 10pieces!!! Berarti, satu bijinya cuman sekitar serebu perak. Murah kan?] dan sebuah bookmark seharga 2MOP [nyesel juga gak beli banyak buat dibagi-bagiin] dilanjutkan dengan ngaso di bangku pelataran museum/patung situ. Untungnya, si Raja Siang udah gak sembunyi lagi. Jadi, cukup menghangatkan tubuh [sekaligus mengeringkan pakaian yang basah sih, hehehe].

03:37PM
tujuan selanjutnya?
Not other than Macau Tower. Yup!
Berdasarkan petunjuk di peta, sebuah bis bernomer 23 yang akan membawa langsung ke Macau Tower berhenti di halte di seberang taman depan Kun Iam [note: di Macau, lo bakal nemu banyak taman. Gak kayak jakarta. Enak deh]. Kesanalah kami menuju.

Tunggu ditunggu, bis itu tak kunjung tiba. Dan sumpah! Jalanannya sepiiiii buanget! Alhasil, menikmati pemandangan seliweran mobil di depan halte deh. Heran juga, pemasukkan dalam negeri Macau itu dari mana ya? Karena begitu berjejer-jejer kendaraan pribadi yang kalo di Indonesia termasuk “build-up-gak-kurang-dari-semilyar”, tapi disana, kendaraan itu berlalu lalang macam Daihatsu Xenia di Indonesia. Mungkin, satu-satunya kendaraan murah yang terlihat seliweran adalah sejenis Terios/Avanza. Bahkan Alphard dimodifikasi jek!

Dan yup, sejam berlalu... and that f@(%in bus still not arrived. DAMN!

04:40PM
memutuskan untuk naek bis apapun ke daerah Lisboa. Namun, berhubung terlalu asyik liat kiri-kanan, kita pun kesasar [lagi] dan turunlah di seberang Guia Fort [yang gak masuk tujuan wisata karena gak terlihat menarik]. Nyari recehan buat naek bis lagi, nemu deh bis yang dicari: 9A. Waah, tanpa tanya kiri kanan, langsung loncat masuk dan duduk manis menikmati perjalanan.

Namun eh mengapa kok bisa??? Macau Tower terlihat semakin lama semakin mengecil dan hilang ditelan deretan bangunan. Dan oh mengapa kok semakin lama semakin naik ke dataran tinggi? Bahkan melewati Red Market yang setau gw, di peta itu jaraknya sekian puluh kilo dari Macau Tower.
Menoleh ke temen gw, dirinya pun sepikiran dengan gw: “we’re totally lost, dude!”
Tapi, berlagak sok tau arah, gw dan temen gw pun alhasil malah menikmati jalan-jalan keliling kota. Bener-bener deh, kota Macau [atau negara Macau?] itu bener-bener bebas macet, dengan alur kehidupan yang ‘laid-back’. Cocok buat yang udah bosen sama hiruk pikuk kota besar. Jangan tanya berapa jumlah penduduknya, karena menurut gw, pastinya lebih sedikit dibanding turisnya.

Ternyata, bis itu adalah 9A yang tidak lewat Macau Tower. How should i know, since they didn’t put the info on the map?!
Berhentilah bis itu di terminal Barra dan menurut Pak Supir [dengan bahasa tarzan tentunya] harus naek 9A lagi, tapi yang covernya lebih bagus lagi dari yang pertama kita naiki.

Dari situ, baru sadar kalo ternyata, sistem transportasi di Macau menganut azas “suka-suka gw laah!” hehehe, gak sesuai sama yang tertera di peta [yang tadi pagi gw comot di halte Terminal TurboJet].


05:52PM
NYAMPEEEEEEE!!!!!
Akhirnyaaaaa!!!!

Di Macau Tower [yang jadi gedung tertinggi di Macau] itu ada bioskop, restaurant [yang so pasti mahal], Warner Bros daan... AJ Hacket! Yup!! The Bungee itself.
Liat-liat di lobi gedung itu, bikin gw jiper juga. Bungee?? Ow..ow...
Tapi saat melihat nominal harga yang tertera disitu, kedua mata ini membelalak lebar. Aih!!! Mahal Beeng!!
Ya sudah, akhirnya menggesek kartu untuk naek ke ujung tower buat city-farsightseeing ajalah! Kalo mau ikutan AJ-Hacket Bungee di situ, ntar loncatnya gak tenang mikirin gelundungan angka nol yang ikut jatoh bareng, haha!

And SHOT!!!
Great views! Loved it and love it still.

09:00PM
bertepatan dengan persiapan tower itu tutup, gw dan temen gw memutuskan untuk pulang. Alalala... jalanan udah sepppiiii buanget. Gw rasa sih, bis 9A yang dinaiki itu adalah bis terakhir yang melewati Macau Tower, hahaha.

berhenti di halte Lisboa, memanfaatkan waktu deh buat foto sana sini, mengabadikan permainan lampu di kasino-kasino. heran, lampu sekian banyak dibayar pake apa yak? emang klo mo kaya, harus dengan cara haram sepertinya, ha! DAMN!!!


Rencana selanjutnya adalah ngisi perut. Pengennya sih, cari hawker stalls yang jualan makanan khas Macau. Tapi nyari disana sini kagak nemu ya... akhirnya berakhir juga di....McDonalds. Owh.... 2 McDonalds in a day. Whatta record!!

Baru pas balik dari McDonalds, nemu orang-orang banyak mengerumuni seonggok gerobak. Ternyata, pedagang bubur beras encer yang dimakan pake....babi. yah, lengkaplah sudah! Hawker stall yang jarang terdapat dan sekalinya muncul tentunya... tidak halal. Hmm....nasib!
11:23PM
And that night was ended quite nicely, karna biarpun di kamar aneh itu, gw bisa tertidur dengan begitu nyenyak.

G’nite fellas!!


-- end of The Traveler’s Journal part VI: Macau – Getting Lost In Translation and Direction in a Gambling Paradise --

______________________________

the sums:
emang bener, just because it's a gambling paradise, doesn't mean it's tourist friendly, dan tentu... musti bawa cadangan nyawa: PETA. it's your second live. owwh... you don't have to master english fluently to travel Macau. just make sure you know Tarzan so well, so you can communicate on his way. ^_^

[on ears] the kooks - naive ... another brit-sound (and just found out that the song that kept running in my head few months ago is this one from the kooks. aiih...kemane aje gw staunan ini yak?!)

Tuesday, September 04, 2007

Musical break: incubus



Bit escapism after writing the journal [hitting to the begining of the part VII actually] and craving for a gr8 live music as a clever medicine [gr8 music + gr8 performance + gr8 tone + everything’s gr8, ed.]

And when it comes to GR8 MUSIC either live or recording, there’s no other band can do it better than INCUBUS. Yup! Indeed! Not making it up, but it’s simply the FACT.

So, searching here and there on YouTube, lead me to these ones.
And it turned out to be: me… melting in envy-ness towards the crowds out there.
Hell!!!
They are blessed with such opportunities to actually feel the live atmosphere of INCUBUS.
DAMN!

Is there any possibility that the guys will come and play Jakarta? Or… at least Bali?
hoping and waiting here....



[A Kiss To Send Us Off – Hove Festival June 26th, 2007]

The best band in the universe...ever.
Guess every song of them is my favies.





[Oil and Water – KROQ Weenie Roast 2007]



__________________________________



hmm.... 5 episodes to go? DAMN!!

wonder how those soap-opera' writers can keep up with the deadline and writing...

well oow well....

The Traveler’s Journal part V: The Skybridge Petronas Malaysia – Beauty in Stealth

August 11th, 2007

06:50AM
RISE AND SHINE!!!!!!!!!!!!!!!!
Damn! I love that day, since I didn’t have to wake up vvveeerry early ^_^
Dan satu lagi yang gw suka: finally stepping my two feet on Petronas’ floors!

08:00AM
Berjalan kaki... LAGIIII!!! Sambil mencomot satu tangkup tuna sandwich di 7eleven yang huuumm.... sangat tidak well-tasted. Tapi, demi mengisi perut, apa saja jadilah. Terlebih, gak ada tukang nasi lemak seliweran di pinggir jalan, mengingat hari itu adalah hari Sabtu dan gak ada orang kerja.

Rencana hari itu adalah pagi hari mengambil tiket gratis naek SkyBridge Petronas dilanjutkan dengan ke KL Tower dan killing times di KLCC Suria.
Dan kali itu, kali pertama kami mencoba bis RapidKL yang katanya, RM2 seharian. Hmmm...patut dicoba bukan?

08:45AM
Sampai juga di gedung kembar tertinggi di dunia itu. Dari jauh, aura-aura sophisticated in an elegant yet powerfull scent udah kecium. No wonder deh kalo Malaysia cinta banget sama gedung yang satu ini [eh, dua maksud gw]. Mentereng dengan gagahnya.
Dari depan sih, terlihat sepi tanpa penghuni. Maklum, orang kantoran libur dan mall juga belon pada buka kali yee...
Namun oh tetapi.... saat menuruni eskalator menuju gate skyBridge, uhmm uhmm uhmm... saat itulah terkuak misteri keberadaan manusia. Sumpah, ngantrinya kayak ibu-ibu ngantri minyak tanah!! Penuh sesak!!!

Mau gak mau, ngantri jugalah! Once in a lifetime cuuuyyy!

Oops, pas baru aja ngantri, ada tiga orang bule yang ikutan antri tepat dibelakang gw dan temen gw. pssst...salah satu dari mereka, instruktur ThaiBoxing, so pasti dong badannya yummy...he3. Uhm..nice spot! Gorgeous looking guys indeed.




Dan oyayaya... ada jejak INDONESIA!!!!! Tergeletak begitu saja di lantai marmer itu...

Hahaha, gak jauh-jauh ya? Orang Indo emang gak pernah bisa terpisah total dengan tanah airnya. Terbuktikan obat pusing aja musti bawa jauh-jauh dari Indo. Kayak di KL gak ada apotek buat beli aspirin aja. Dah gitu, jiwa Indo-nya pun melekat kuat. BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!!! Hahaha!!! Nice pick!


11:40AM
kelar juga ngantrinyaaa!!!!!!!!!! Dan kita dapat giliran jam berapa? Jam 6:00PM saja kok... HAHAHAHA!!!! Yah, untung aja, selama ngantri banyak ‘pemandangan’ menyegarkan jiwa raga dan pastinya cukup menyenangkan...^o^
Taking pictures here and there


and to capture the whole towers, you need more than just a simple sacrifice....


then finally..... LUNCH TIME!!!!!
Sepiring nasi briyani plus cumi goreng tepung, sepiring nasi briyani plus ayam saos pedas dan satu ekor kepiting goreng garing jadi menu makan siang kali itu. Rasanya? SUEEEEDDDAAAPPP nian. Hmmmm....

00:37PM
Keliling KLCC-Suria mall kayak orang gila mall. Sampe pegel ini kaki, bahkan sempet ketiduran pas nungguin temen gw transfer memory card kamera digitalnya.
Intinya adalah KLCC-Suria Mall rendezvous.
And Hell!! Mengapa semua orang membeli VINNCI?!?!

03:00PM
Berjalan-jalan di taman Petronas berbekal gorengan aneh dan sekotak susu coklat [buat gw] dan sebotol air mineral dingin. Ngapain di taman? Tidur-tiduran!



Yup. Berdua. Tidur-tiduran. Dan share iPOD.
Terlihat seperti ‘pasangan’ dan memang dikira begitu dengan ‘pasangan sejenis’ yang lagi memadu kasih di seberang danau, aiiih....

03:27PM
Datanglah dua pengacau asal Iran yang bergabung dan mulai membual. Apa yang gw dan temen gw lakukan saat itu? Hanya cengar cengir dan membalas sekenanya. Yea rite!!!
Untung hanya setengah jam saja pengacau itu mengganggu

05:17PM
Memutuskan untuk meninggalkan taman, membuang muatan di toilet dan heading to the Petronas SkyBridge.

05:50PM
Lobby Petronas SkyBridge. Doing what? Just admiring the whole scientific thingy in the making of Petronas. Aanndd... crushing over the ‘three guys’... ^0~

06:00PM
Let’s get inside!!!
Pertama-tama, tamu dibagiin nametag [gk ada namanya sih] sama kaca mata model Chip gitu buat nonton 3D. Abis itu, setelah nunggu 10 menitan [tentu dihabiskan sambil poto2lahhh. Skalian flirting ma 3 bule di depan, ha3], mulai juga film 3D yang dinanti2. Sayang, gak boleh dipoto. Isinya apa? Tentang seberapa perkasanya Petronas [yea rite, look where you dig the oil bro!!] dan bla dan bla.

Setelah itu? SkyBridge walking, finally. Masuk situ aja, harus melewati berbagai rintangan [pemeriksaan maksudnya]. Takut di-bom kali yee!
Lalu berhimpitan [disamping bule2 itu tentunya] dalam lift besar yang buuuurrssst!!! Langsung melesat ke lantai 50sekian.
Apa yang selanjutnya dilakukan? Well, just exploring the bridge by taking pictures.
MORE pictures exactly!


06:30PM
Cuma sebentar kok di SkyBridge itu. Sangat tidak sepadan dengan lamanya mengantri. DAMN! Gw sempet ngirain klo bakal ada games ato jalan-jalan ke perkantorannya, heee..ngarep!

07:00PM
Oke apa yang dilakukan? MAKAAAANNN!
Dengan persediaan uang yang menipis, maka diputuskan untuk makan kerang bakar berdua [tanpa minum] dan membeli nasi goreng kampung di resto Jalan Alor.
Menyedihkan sekali yaa???

10:00PM
repacking...preparing to get some sleep since the day after we had to rush to the airport at 3:30AM
yeaaa!!!
We were going to fly to... the MACAU!!!

--end of The Traveler’s Journal part V: The Skybridge Petronas Malaysia – Beauty in Stealth --
___________________________________________
the sums
well, gak nyangkal juga sih klo gedung kembarnya Petronas itu emang WAH buanget. tapi klo dipikir-pikir lagi nih.... "where exactly is they dig the oil?? hmm.....". you know what i'm talking about rite?

Monday, September 03, 2007

The Traveler’s Journal part IV: Genting Highlands Malaysia – Craving for More Thrilling Rides

August 10th, 2007

05:30AM
RISE AND SHINEEEEE!!!!
Get your butt out of the bed, kids!! Hahaha! ^0^

Agenda pagi itu: mandi, repacking and check-out then check-in again.

07:37AM
Mengendap-endap turun ke lobi hotel yang masih gelap dan di meja lobi, berserakan botol bir, bungkus kacang dan rokok. Maklum, semalem emang banyak banget bule yang nongkrong disitu.
[Catatan kecil, di hotel yang berkonsep dorm/sharing, jangan kaget kalo kesehariannya, bule-bule itu hanya duduk-duduk di lobi, baca buku atau browsing internet dan ditutup dengan ngegosip sambil minum bir sampai subuh. Memang, mereka gak punya tenggat waktu, jadi suka-suka dia aja kapan mau pergi ke sini atau situ atau mau pulang kapan. Buat yang punya tenggat waktu, agak susah juga mau mingle, tidur jam tiga subuh lalu take off jam 5? Yang bener aje... bisa pingsan di jalan, hehehe]

Di lobi itu kami menggerayangi roti dan selai serta sedikit merusak water boiler machine [hehehe], sebelum angkat kaki dari hotel itu dan menjejakkan tanda tanya pada sang satpam yang kami berdua jawab, “we’re going to stay in Genting” [ha!! Bullshit! Kalo sanggup nginep di Genting, ngapain nginep di Bukit Bintang?! Dasar bodoh!]

08:27AM
Well, soon after dumping our luggage, berdua langsung menuju station MTR Bukit Bintang menuju station MTR Putrajaya. Duduk-duduk mengagumi MTR Malaysia, gw gak nyadar kalau ada satu hal vital yang terlupakan oleh gw. Apakah itu? Selembar jaket. Yup! Terkesan sepele memang, tapi begitu kau berada di Genting highland, keberadaan selembar jaket menjadi cadangan nyawa yang berarti, hahaha! Dingin gila!!!
Apa mau dikata, secara lupa sama jaket sendiri dan udah berada di MTR yang membawa ke Station Putrajaya, mau gak mau, gw bertahan dengan dinginnya udara yang menusuk hingga ke tulang.

Satu hal yang gw suka dari MTR yang membawa ke Putrajaya adalah MTRnya yang sepi daaann... bisa langsung nongkrong di depan [note: MTR yang ke Putrajaya itu tak ada drivernya alias automatic!!] dan menikmati rel kereta yang meliuk-liuk dengan pemandangan pegunungan yang berkabut. DAMN NICE!!



10:...AM
Sampe di Station Putrajaya, yayaya... angin dingin menyambut menusuk kulit. Segeralah menuju loket penjualan karcis masuk Genting Highland. Kalau hari Senin-Jumat, ada paket seharga RM26 [bis PP-skytrainPP-atraksi pilihan mau makan all you can eat atau outdoor park games], gak enaknya sih, harus nentuin waktu pulang juga, jadi bener-bener dibatasin. Gw sampe di Putrajaya jam 10an lebih dan memutuskan untuk pulang dari Genting jam 5:15PM [cukuplah lamanya berputar-putar disitu bukan?]

11:12AM
Setelah menaiki bis dan menyusuri jalanan kelok-kelok yang tak kunjung menurun alias mendaki terus, akhirnya sampai juga di terminal skytrain alias kereta gantung. Wuiiihhh!!! Di terminal itu aja, angin dingin udah kerasaaaa banget. Kebayang dong, untung gw gak gagayaan pake tanktop, bisa mati kedinginan gw!!

Awalnya, gw gak gitu jiper saat mendengar kalau untuk mencapai Genting harus pake skytrain. Dalam hati, “ala, paling lima menitan lah”.
TERNYATAAAA?!?! Gila! Sekitar 20menitan kita digantung di atas sekian ratus meter dari tanah, merayap perlahan di seutas tali, di atas hutan hujan Malaysia yang sumpah lebat banget!

Semenit, dua menit sih, masih lucu. Begitu lewat dari 10 menit merayap dan sejauh mata memandang hanya ada hutan dan hutan, jantung rasanya mencelos juga. Apalagi kalau melayangkan pandangan ke bawah. Aiih maaakk... nyawa gw bergantung hanya pada seutas tali euy!!! Buat yang phobia ketinggian, wassalam ajalah, hahaha!

11:45AM
Begitu sampai di terminal Genting, wuiih, rasanya jantung gw kembali berfungsi normal, hehehe. Langsung tanpa ba bi bu menuju the theme park. Lari-larian menembus mall yang cukup besar lalu HWAAAAHHH.... udara super dingin pun menyambut tatkala kami sampai di taman bermain outdoor itu. Intinya sih, taman bermain macam Dunia Fantasi hanya saja lokasinya itu di puncak gunung dan berada di satu areal yang sama dengan sebuah hotel tempat mangkal para gambler kelas kakap alias Casino.

Soal outdoor theme park, jujur, sebenernya, permainan di Genting itu, ecek-ecek aja, gak seperti Dunia Fantasi malah! Mungkin yang paling thrilling itu adalah Space-shot [dimana kita duduk lalu ditarik sampe ketinggian sekian ratus meter dari tanah kemudian di’jatuh’kan begitu saja] dan Flying Coaster [trek roller coaster tapi penumpangnya berposisi macam Superman gitu]. Tentulah dua rides itu gw naiki! Selebihnya sih, gak beda jauh sama Dunia Fantasi. Malah Kora-kora versi Genting terasa bagai naek perahu aja gitu, kecil dan gak thrilling sama sekali!


Lucunya, pas naek kora-kora mini itu, sempet diberhentikan dan diamuk sama petugasnya. Gara-gara gw dan temen gw memprovokasi para penumpang untuk berdiri [yang biasa banget dilakuin di Kora-Kora Dufan, bukan?] dan malah bikin seorang anak keturunan Arab mau berdiri di atas kursi [bodoh banget yaa?!] yang notabene bisa bikin dia jatoh. Udahlah, giliran itu dihukum sekian menit gak bergoyang dan mba-mba supervisornya marahin anak kecil itu. Untung bukan kita yang dimarahin. Hahaha!!! Trendsetter berdiri di Kora-Kora sih tapinya tetep!

01:45PM
Waktunya makan siaaaanggg!!! Gila! Laper buanget gw!
Alhasil, di dalam First World Hotel Genting, kami mencari-cari kesana kemari kedai makanan yang menggugah selera, dan berhentilah di depan kedai Mie berjudul "Only Mee". Sebenernya, kedai ini ada dan menarik perhatian gw juga di Bukit Bintang. Tapi, gak kepikiran buat nyobain. Akhirnya, masuklah ke kedai itu. Liat-liat menu, dan semangkuk Duck and Ginseng Mee, semangkuk Penang Mee dan segelas teh tarik dingin pun terhidang di depan mata.
Rasanya??? WUIIIIIIHHHH..... mantap banar sedyyap nian!!


Yang pasti, abis ludes! Buktinya, gw hanya menyisakan sekian butir kismis merah dan genangan kuah saja.

02:00PM
Mengubur rasa penasaran temen gw akan SkyVenture, akhirnya masuklah kami ke dalam venue ride itu. Liat-liat sebentar [tepatnya, mengagumi kegantengan dua kakak beradik bule ganteng yang lagi sign-up for the ride sih], dan temen gw pun memaksa dengan amat sangat untuk ikut mencoba ride itu. Gw agak ragu, karna badan gw masih sakit-sakit akibat fatigue yang melanda. Plus, rentetan pernyataan konsekuensi yang kok mirip Bungee Jumping yaak... [not that I give up Bungee-ing, but I wasn’t ready for such Bungee-thingy with such condition!]

Terjadilah argue yang cukup alot antara gw dan temen gw. Mba-mba resepsionisnya pun memastikan everything will be just find. Dan bertepatan dengan gw membulatkan tekad untuk mencoba [it’s now or never anyway], seorang instruktur SkyVenture keluar dan mendekati. Dua lembar formulir pun disodorkan ke depan muka dan sebuah kartu disodorkan pada resepsionis.
And I, officially signed-up!


Berhubung abis makan, mau gak mau harus tunggu 1 jam lagi untuk sky-ing. Ya sudah, setelah dapet gelang tanda ikut serta, keliling-keliling deh. Termasuk bongkar muatan di toilet, hahaha!!!

03:20PM


And the thrilling adventure was ready to begin!!
Menyaksikan kedua kakak beradik bule yang signing up sebelum gw tadi beraksi, bikin gw jiper buanget!! Sebenernya sih enak banget ya, terbang begitu bebasnya. Tapi... ew-ew....mendadak nyali gw menciut. BAH!!

03:30PM
We’re ready to rock on babe!!
Setelah briefing, keempat orang [gw, temen gw dan dua orang laki-laki lain] pun digiring ke tube tempat dimana angin berkecepatan 193 km/hr itu disemprotkan dari bawah dan membuat tubuh ini melayang-layang.
Berhubung gw udah tau banget klo angin itu bakal dengan sukses menggulung gw, maka gw pun pasrah ajalah.
Kita dapet 2 kali game. Setiap selesai satu babak, seorang free-styler masuk tube itu dan mulai ber-breakdance [owh, hell yea, the free-styler is a gorgeous-looking hot man].

Gw adalah giliran pertama.....

dan yup!!! Menggulung dengan sempurna, membuat sang instruktur kepayahan menahan gw biar gak nabrak sana sini. HAHAHA!!!

Begitu keluar, instruktur free-styler yang menonton tertawa melihatnya, lalu dia mengatakan kalo kaki gw menekuk [padahal gak boleh banget]. Gw yakin banget kalo gw udah meluruskan kedua kaki gw kok! Tapi kenapa dia keukeuh bilang kaki gw nekuk ya? Hmm....

Begitu giliran kedua, gw udah pasrah ajalah, teu ngarti rek dikumahakeun. Dan mendadak, gw merasa diri gw mengambang jauh ke atas. HUUURAAAYY!!! Was it me just flying?!


Hahaha!!! Yea, you wished Ken...
Kenapa? Karena ternyata, gw ditandemin sama si instruktur. Justru dia yang muter-muterin gw ke atas, ke bawah, nyaris nabrak kaca dan segala-galanya lah. Thrilling, indeed!! I really enjoyed it...
Haa... udah ge-er aja gw, berharap kalo bisa terbang.
Well, I think... flying needs more than just two wings... hahaha!!
But, I wouldn’t mind having another grip on it. It’s fun!


And a certificate was awarded... ^o^


ps: on the contrary... my friend did waaaayyy better than me. She had all the credits. Bet she worked hard for it to get the free-styler’ attention, hahahaha!!! But, it was worthed. She had it! [the attention I meant]

04:12PM
Casino walking tour
Yeayea... selain buat tempat maen, Genting juga terkenal sebagai surga buat para gambler. Nah, setelah memacu jantung kerja ekstra, akhirnya gw dan temen gw pun ngaso sambil liat-liat para gambler itu mempertaruhkan nyawanya buat memenangkan ribuan dollar. Wuiiih, tampang mereka gak ada lucu-lucunya deeeh. Boro-boro inget flirting, mereka udah ribet sama deretan angka di depan muka mereka! Jadi, tampangnya jelek semua! Jutek plus serius buanget!

ps: temen gw sepertinya kekurangan thrilling drives sampe harus memacu kembali kerja jantung dengan..... mencuri dua buah pensil Starworld Casino, HAHAHA! Thank God they didn’t put us in jail [gak lucu kan berita penjeblosan ke penjara si Nicole Ritchie plus Lindsay Lohan kalah seru sama berita penangkapan gw dan temen gw? hahaaha!!!]

04:45PM
Baru menyadari kalo jadwal bis yang harus dinaiki balik ke Putrajaya adalah jam 5:15PM. Tanpa ba bi bu, kami berdua langsung melesat lari [bener-bener LARI cuuuyy!!!] menuju terminal Skytrain yang notabene, JAUUUUHHHH buanget.
10 menit waktu yang dibutuhkan untuk lari sampe ke SkyTrain Terminal dan antriannya cukup panjang. Sumpah, jantung kembali dipacu, karena kalo gak sampe ke Terminal Bis Genting tepat jam 5:15 maka terpaksa beli lagi tiket bis ke Putrajaya yang notabene [lagi] MAHAL... hiks...

05:14PM
Satu menit tersisa untuk melepas napas lega, sebelum bis itu tancap gas meninggalkan Terminal Genting. Gilingaaaannn!!! Entahlah gulungan mie yang 3 jam lalu gw lahap habis itu berceceran dimana, hahahaha!! Sumpah!!! Cuma ada satu kata: CAPEKKK!!! Kaki gw berasa mau copot aja gitu.

Di jalan, sibuk ngomentarin hasil karya jepret-jepret SkyVenture yang kocak abiiiisss
[sorry pren, salah set! Gw malah make ISO yang notabene sensi dan bikin gambar noisy...hahaha!!!]

07:30PM
setelah istirahat sebentar abis menggojlok kerja jantung, gw dan temen gw pun berencana untuk menghabiskan malam untuk.... tour da mall! Yup! Kemana? Yang deket aja, walking distance ke Berjaya Times Square.
Memang, terlihat begitu dekat. Tapi saat dijalani, BEUHHHH jauh beeng yaaakkk!!
Gilaa!!!
Tapi malah jadi masuk-masuk ke Sungei Wang, ke Plaza Imbi, sampe ke Plaza Low Yat dan semuanya itu terletak dekat [dalam arti kata sesungguhnya] dengan hotel.

ps: sempet ngambil foto langit KL di jam 07:30PM dari jendela kamar hotel. Begitu terang bagai masih jam 5 sore. Tapi dalam sekejap mata, langsung menggelap kelam.

10:17PM
Muterin Berjaya Times Square sana sini cari makanan, gak juga nemu makanan yang menarik hati. Alhasil, balik pulang daaaan... iseng-iseng bertandang ke jalan Alor yang notabene terdapat banyak stall masakan chinesse. Seporsi besar nasi goreng ikan asin plus es jus jeruk pun dijadikan menu makan malam [atau supper tepatnya] di hotel, dimakan dengan kering kentang dan abon bekal dari kampung halaman, heehehe.

-- end of the Traveler's Journal part IV: Genting Highlands Malaysia – Craving for More Thrilling Rides --

_________________________________________
the sums

jujur klo cari thrilling rides, Genting gak ada apa-apanya sama Dufan. tapi klo mw cari one stop casino plus taman bermain, emang Genting tempatnya.
i think, the most thrilling ride was... "the SkyTrain", hahaha!!!