Thursday, January 03, 2008

euphoria di jakarta 2008


...much much thanks to javamusikindo.....
______________________________________
penantian lama itu, kini telah membuahkan hasil.
setelah didera jealousy setiap kali buka konser Incubus di YouTube, akhirnya gw akan merasakan juga euphoria itu. walau menyesal tidak mampu membeli tiket mcr juga, at least impian gw nonton kedashyatan incubus akan terwujud. [berharap sih dapet gratisannya, hehe]

Oh dear God, jangan sampai ada aral melintang menghalangi mimpi yang soon akan menjadi nyata itu.

Friday, December 28, 2007

Good Book to Read: “A Thousand Splendid Suns”


A Thousand Splendid Suns, bercerita tentang kehidupan perempuan Timur Tengah dilatari dengan sejarah pergolakan politik yang terjadi di negri padang pasir tersebut. Ceritanya seputar 2 tokoh utama perempuan yang memiliki kepribadian dan latar belakang kehidupan keluarga yang berbeda 180 derajat namun pada titik temu yang tragis harus menjalani kehidupan yang sama persis. Sama-sama mengalami keculasan demi pemuasan nafsu, sama-sama menguras tenaga, cucuran keringat, air mata dan darah untuk menghadapi perlakuan demi perlakuan hina yang bahkan tidak dialami oleh seekor kambing sekalipun.

Alur cerita buku ini mampu membuat pembacanya berganti peran antara Mariam dan Laila, dua tokoh utama perempuan itu, secara smooth. Di satu saat menjadi Mariam, perempuan yang dididik sesuai tradisi kuno, tidak mengenal ilmu pengetahuan, mengalami penginjakan harga diri jauh sebelum ia dilahirkan sebagai harami. Mariam kecil tumbuh dengan keyakinan bahwa hidupnya hanyalah sebuah bentuk dari belas kasihan yang pada akhirnya memiliki imbalan yang hanya bisa dilunasi dengan mengabdi [bahasa sopannya menjadi budak].
Di saat yang lain menjadi Laila, perempuan yang dididik secara moderat dan hidup di lingkungan moderat, namun mengalami titik balik tragis saat untuk menyambung hidupnya ia harus mengabdi, ber’damai’ dengan pandangan kuno yang tidak pernah ia bayangkan akan dialami.

Dari awal, tulisan dalam novel ini sudah mengarahkan pembacanya untuk mulai merasa, melihat dan menjalani kehidupan dari sudut pandang skeptis-sinis seorang perempuan, seperti yang tertuang dalam kalimat, “...seperti jarum kompas yang selalu menunjuk ke utara, telunjuk lelaki pun selalu teracung untuk menuduh perempuan.”
Namun secara bijak, tidak menyisakan ruang untuk membenci satu atau dua golongan yang terlibat didalamnya yang juga terwujud nyata dalam kehidupan.
Dan pada akhirnya, buku ini menggambarkan bahwa bagaimanapun, manusia akan menemukan cara untuk bertahan dan melanjutkan kehidupan [there's no need to be a sceptic]. Selalu ada jalan menuju kebaikan. Kuncinya hanya pada cinta. Sebuah kekuatan yang tak pernah padam nyalanya walau badai menerjang tanpa ampun. Sebuah kekuatan yang mampu menggerakkan kedua tangan kecil menyusun batu demi batu setapak itu. Seberat maupun secadas apapun.

Kalau mau jujur, terlepas dari hanya sekedar fiksi dan kesamaan nama maupun peristiwa yang kebetulan belaka, novel ini mampu menuturkan dengan gamblang gejolak emosi yang mengiringi tiap langkah yang dijejakkan di atas kerikil cadas kehidupan.

Latar belakang cerita pun terasa sekali pergerakannya. Bagaimana sebuah negara jatuh dan bangun seiring dengan jatuh bangunnya aneka pimpinan negara tersebut, bagaimana tradisi dan keyakinan yang mendasari kehidupan rakyatnya, semua mengalir dengan alur yang tidak lamban pun tidak membuat pembacanya merasa kurang tergambari.

Buat gw pribadi, buku ini menjadi sebuah adventure yang menyenangkan. Selain bisa mempelajari kehidupan perempuan di Timur Tengah [yang sedikit banyak menghadapi masalah yang sama dengan perempuan manapun di dunia], gw juga bisa mempelajari pergerakan politik yang mengakibatkan pecah perang di negara itu, dan geliat kebangkitannya. Apalagi, selipan ayat-ayat Al-Quran, yang jadi kitab suci agama mayoritas di negara itu, ikut menambah nafas kehidupan buku ini.

Cuma satu yang sedikit menghalangi proses penyelaman dan visualisasi cerita di buku ini buat gw pribadi, banyaknya istilah-istilah dalam bahasa Timur Tengah yang mungkin sepele, tapi membuat gw sulit memvisualisasikannya. Untungnya, bukan sesuatu yang crucial.

Overall, it’s a very good book to read.
Recommended. Period.

-------------------------------------
no.te:

Kenal buku ini gara-gara temen kantor titip beliin pas traveling sekitar agustus kemaren. Carinya gak susah. Begitu masuk toko buku [entah apa namanya, gw lupa], langsung deh tumpukan buku dengan judul itu terpejeng di depan. Iseng-iseng sambil antri bayar, gw baca resensinya dan berniat beli begitu ada terjemahan Indonesianya nanti di Gramedia. Maklum, belum niat menyiksa otak untuk kerja multi-task baca versi aslinya yang cukup tebel itu.

Anyway, kemaren pas nunggu temen di Gramedia, gw mendapatkannya dan gw pun tanpa mikir buat buka-buka display contoh novelnya, langsung nyemplungin buku itu ke tas belanjaan. Lumayan buat ngisi 2 hari sisa liburan.

Satu hal yang bikin gw tertarik pada buku ini pada awalnya adalah pengarangnya.
Pengarang yang satu ini, gw akui pinter mencampur-aduk emosi pembaca plus mampu bikin pembacanya hanyut dalam cerita.
Jujur nih, buku awal pengarang ini baru gw baca awal taon ini, tapi baru kelar gw baca di tengah tahun yang sama. Bukan kenapa, tapi emosi yang dikocok pengarang ini bikin gw terkadang mual sendiri dan memutuskan untuk take a break beberapa saat sebelum menandaskan akhirnya yang bagi gw, menyenangkan. Dalam arti, itulah hidup. People make mistake indeed. Tapi yang membedakan loser dan winner adalah keberanian untuk melakukan kesalahan, mengakuinya dan berbuat sesuatu untuk memperbaikinya.
Dan buku pertama pengarang ini, The Kite Runner, says it all perfectly.

Nah, saat dititipin temen gw itu, gw penasaran, si pengarang itu cerita tentang apa ya?
Dan kemarin, pertanyaan itu terjawab sudah. Bayarannya? Begadang, hehehe.
Gak dipungkirin deh, halaman demi halaman tanpa disadari dilahap perlahan tapi pasti.
Lucunya, walau sudah tandas, gw tetap membaca buku itu kembali untuk 2 hari kemudian.

Berbeda dari buku pertama yang menceritakan kehidupan Timur Tengah dari sudut pandang anak lelaki, kali ini buku kedua mengambil sudut pandang perempuan, dan yang membuat lega adalah pengarang buku ini bisa menerjemahkan perempuan dengan komposisi yang pas, sehingga gw membacanya gak harus mengerutkan kening dan membathin, that’s so-not woman.

Oh, ya... benar sekali, kehidupan perempuan di Timur Tengah memang selalu menjadi topik yang gak ada habisnya dan benar-benar menguras energi dan emosi pembaca.

I’m not saying that I’m a feminist [what the heck is it anyway??] but I must admit I crave women stories.
Satu lagi yang gw suka dari buku ini, mungkin seperti gw bilang di tulisan di atas, adalah tidak menyisakan ruang untuk membenci. At least, saat selesai membaca, satu helaan napas lega tercipta dan emosi yang selama membaca menggerogot hingga mengeringkan sumsum tulang, mendadak menguap di udara menyisakan satu ulas senyum.

Anyway, ini yang gw suka. Sebuah cerita yang bisa gw bilang men’didik’.
Kebanyakan cerita yang gw temukan dan bertema gelap hanya melulu menekankan pada penyebab lampu itu mati dan kehidupan tanpa cahaya yang menyesakkan. Sibuk menyalahkannya dan bergelimang dalam penderitaan, tanpa satu usaha untuk menyalakan kembali lampu itu. Sendiri.
Memang, emosi yang diciptakan lebih mengoyak, lebih pedih, lebih menyayat.
Tapi hanya itu saja yang didapat: Emosi yang menyayat.
And I’d say, it’s a waste.

Beruntung, gw memutuskan untuk membeli edisi terjemahan Indonesianya tanpa mikir dua kali saat itu. Well, setidaknya, akhir liburan panjang kali ini menyisakan satu arti tersendiri buat gw, hehehe.

______________________________________

[on-ears] incubus – make yourself
...sekalian merayakan keputusan Incubus untuk manggung di jakarta bulan Maret 2008 nanti. Can’t hardly wait!! Semoga semua berjalan lancar dan gak ada kata-kata “cancelled” atau “rescheduled”, Amen...

Friday, November 30, 2007

Pure Morning: based on true story



A friend in need’s a friend indeed,
A friend with weed is better,
A friend with breasts and all the rest,
A friend who's dressed in leather,

A friend in need’s a friend indeed,
A friend who'll tease is better,
Our thoughts compressed,
Which makes us blessed,
And makes for stormy weather,

A friend in need’s a friend indeed,
My Japanese is better,
And when she's pressed she will undress,
And then she's boxing clever,

A friend in need’s a friend indeed,
A friend who bleeds is better,
My friend confessed she passed the test,
And we will never sever,

Day's dawning, skins crawling [repeat three more times]
Pure morning, [repeat this three more times]

@Placebo@
________________________

Kadang, gak perlu ungkapan ribuan kata untuk dilontarkan mengeluarkan seluruh perasaan dalam hati.
Kadang, hanya butuh 3 atau 4 menitan lagu yang utaian liriknya nonjok, buat memetakan perasaan itu.
Tapi terkadang pula, untaian lirik lagu itu sulit menonjok hati yang terbuat dari batu.
Bukan salah liriknya, tapi salah material dasar hatinya yang gak bisa ditembus.

Mencuri satu kalimat dari Placebo, “A friend in need is a friend indeed...” [cynical mode: *ON*]
Benarkah?
Itu yang masih gw pertanyakan.
Is there any true-friend outthere?
Tanpa disadari, kita mengklaim telah berlaku sebagai “teman baik”, tapi apakah memang benar, kita sudah menjadi “teman yang baik”?

Definisinya apa?
Ciri-cirinya apa?
Berapa persen dari ciri-ciri itu harus dimiliki sebelum mengklaim diri sendiri seorang "teman baik"?

Tell me then my ‘so-called’ good-friends...

[cynical mode: *still going ON*]

Wednesday, November 28, 2007

musical break: Travis


Travis - Love Will Come Through



If I told you a secret
You won't tell a soul
Will you hold it and
Keep it alive
Cause it's burning a hole
And I can't get to sleep
And I can't live alone
In this life

So look up, take it away
Don't look da-da-da-down
The mountain

If the world isn't turning
Your heart won't return
Anyone, anything, anyhow
So take me, don't leave me
Take me, don't leave me
Baby, love will come through
It's just waiting for you

And you stand at the crossroads
Of highroads and lowroads
And I've got a feeling
It's right
If it's real what I'm feeling
There's no make believing
The sound of the wings
Of the flight

Of a dove, take it away
Don't look da-da-da-down
The mountain

Oh, look up, take it away
Don't look da-da-da-down

If the world isn't turning
Your heart won't return
Anyone, anything, anyhow

So take me, don't leave me
Take me, don't leave me
Baby, love will come through
It's just waiting for you

@sedikit flashing-back ke beberapa waktu silam bersama ‘the invisible band’ Travis@

_______________________________________
Selalu suka sama lagu-lagunya Travis yang, walau menggusung jenis lagu begini duluan, kalah tenar dari Chris Martin cs. Lagu-lagu Travis lucunya selalu simple tapi ngena. Yah, banyak memang musisi yang kayak gini.
But still, you can tell the difference between Travis, Coldplay, or... even Keane.

To those who just experienced a ‘heart-breaking’ or desperately seeking a true love out there... just remember not to look down, because ‘love will come thru. it’s just waiting for you’

Monday, November 19, 2007

Sshh!!! Quite please... Genius at WORK

How satisfied and lovely it is to see a genius playing.
And last 2007 Masters Cup Final, it just happened again.
Federer is just too strong for Ferrer, but must salute David for such a good-unpredictable play in this tournament.

Well, I quoted Rafael Nadal’s comment on the day Roger defeated him in semi-finals, “when he’s 100 percent, he’s playing in another league. It’s impossible to stop him.”

Uhm… indeed!
_____________________




“This is just how you’d rate genius”
Congratulation (again) gorgeous genius…
__________________________
As to this another gorgeous creature…

Relax Rafa there’ll always be ‘next time better’.
You played well but what d’ya know, he played VERY well. [like you said, ‘he was playing in another league’]

sources: all photos are taken from http://www.masters-cup.com/ without any permition
___________________________________________
postingan gak penting soal tenis2an, gara2 stuck sama game ini dari awal taon.
Damn! Nice as always.

Monday, November 05, 2007

...how to save a life...




Step one, you say we need to talk
He walks, you say sit down it's just a talk
He smiles politely back at you
You stare politely right on through
Some sort of window to your right
As he goes left and you stay right
Between the lines of fear and blame
And you begin to wonder why you came

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life

Let him know that you know best
Cause after all you do know best
Try to slip past his defense
Without granting innocence
Lay down a list of what is wrong
The things you've told him all along
And pray to God he hears you
And pray to God he hears you

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life
As he begins to raise his voice
You lower yours and grant him one last choice
Drive until you lose the road
Or break with the ones you've followed
He will do one of two things
He will admit to everything
Or he'll say he's just not the same
And you'll begin to wonder why you came

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life

@by the Fray@


When the tide of life turns against you

And the current upsets your boat,
Don't waste tears on what might have been,
Just lie on your back and float.
[anonymous-quoteland]
....who knows i’ll be on your very side, reaching out the hands, waiting for you to finally grasp them then you are saved...

_________________________________

lagu ‘kehilangan’, entah kenapa selalu bisa menyedot seluruh energi dan pada akhirnya, menghasilkan satu scene yang cantik. In my case, lagu bertema ‘lost’ inspires me the most.
Kheh, what do you know.... “every crowd has a silver lining” [phineas taylor barnum] ^_^

...have heart then you’ll know how to save a life...

Thursday, November 01, 2007

musical break: kula shaker




Tattva

tattva, acintya bheda bheda Tattva [4x]
like the flower and the scent of summer,
like the sun and the shine
well, the truth may come in strange disguises
send the message to your mind

tattva, acintya bheda bheda Tattva [4x]
at the moment that you wake from sleeping,
and you know it’s all a dream
well, the truth may come in strange disguises
never knowing what it means

tattva, acintya bheda bheda Tattva [4x]
for you will be tomorrow
like you have been today
if this was never ending,
what more can you say??


@kula shaker. album ‘K’@


Kemana ya band ini? Itu yang mendadak merasuki gw saat mendapati sebuah kaset rekaman jaman gw SMA dulu yang isinya satu album pertama Kula Shaker bertitel “K”. Dan jawabannya gw dapati saat search ini band di wicked-pedia. Ternyata mereka ngeluarin album baru berjudul ‘Strangefolk’. Yippie!
Baru dengerin satu singlenya sih yang judulnya ‘Second Sight’, versi live pula. Hmm... menarik. Walau udah reformasi [dan menua], mereka tetep eksis dengan alirannya yang dipengaruhi India itu.

Untuk merayakan kembalinya ‘Kula Shaker’, gw menghabiskan sisa memori USB-flashdisk gw untuk men-download beberapa [beberapa?! Kayaknya buanyaak deeh ^_^V] lagu versi live act yang diedarkan bebas di situs ini. Lumayan, bisa sedikit mengingat-ingat masa lalu.
Sebenernya sih, dengerin Kula Shaker itu paling oke klo kondisi lagi ada di ‘perbatasan’, sambil merem-melek trus menggoyangkan tubuh ke kiri dan kanan secara perlahan. Aiiih....mantaab [pake ‘b’ niiih].

Dari semua hits Kula Shaker yang sering beredar di radio, gw paling suka Tattva. Enak.
Ooh, kata mbah wiki, Tattva itu... “Tattva is a Sanskrit
word meaning 'thatness', 'principle', 'reality' or 'truth'”

...well the truth may come in strange disguises...
indeed.

__________________________
sedikit laid-back setelah memarahi seluruh karyawan.
hm... sejak kapan gw gak bisa marah? kaget kan kalian?
sedikit menikmati juga, aliran darah yang mencuat dan merebakkan rasa panas di wajah. waaa... udah lama gak marah beneran kayak gitu, biasanya cuman ngambek-ngambek gak penting gitu deh... ^^

Monday, October 29, 2007

malady

tanginess permeates the room,
sorely squeezing the rag-bags.
suffocated.

dust of venom folds colors,
in darkness I fall.
sightless.

bituminous rubies shut melodies,
leading to the world of silency,
bled in blacknessy,
and sealed in winding thistle.

who are you?
which side are you in?

no words reply
only a cold damp wind whistling.

nowhere I land


@sumwer mid 07@
______________________________
…dedicated to the dark room, hiding secretly at the corner of the attic,
it remains dark, for good
…

Tuesday, October 09, 2007

Travelin’ Highlights: BEFORE

Memang, The Traveler’s Journal sudah kelar masa tayangnya, hehehe, tapi gak ada salahnya dong klo ngeluarin buku baru dengan topik serupa yang berisi sedikit kilasan info dari seorang traveler amatir yang baru melakukan perjalanan lintas perbatasan ke 5 negara Asia?
Yah, kalo dibandingin sama tips and tricks traveling yang biasa ditemukan di situs macem lonely planet ato travelblog siih, ya emang iya blog gw kaga ada apa-apanya. Tapi, lumayanlah buat info tambahan yang penting gak penting terkesan penting sih tetep, hehehe.

Enjoy!

Sebelum menjerumuskan diri dalam petualangan solo [tanpa tour agent] ke negeri lain [lokal maupun int’l], ada baeknya untuk:

>> tentukan pilihan tujuan
Penting nih! Nentuin banyak hal soalnya.
Perlu diperhatiin, tujuan hendaknya sesuai sama ‘apa sih yang loe cari???’ ato ‘apa yang mau lo dapet dari traveling’. Apakah belanja murah? Apakah ‘City Traveling’? Apakah ‘Indiana Jones Traveling’? Ato mungkin aja, ‘Adrenaline Rush Traveling’?

Tentuin juga masalah budgeting daaan... style traveling itu sendiri. Backpacker kah? Koper kah? Masing-masing punya konsekuensi dan keunikannya sendiri soale.

Nah, klo udah tau ‘maunya apa’, segera liat aneka tempat yang bisa jadi pilihan. Mau lokal ato int’l? Bisa cari info tempat tujuan traveling lewat browsing situs-situs traveling macem situs travelblog, situs lonely planet, sampe wikipedia ato wikitravel pun bisa jadi tempat mengenal lebih jauh daerah tujuan traveling. Apapun yang loe pengenin, bisa ditemukan deh di ‘dunia satu klik’ itu.
Ato, bisa juga nongkrong berjam-jam di toko buku di bagian rak yang majang buku-buku traveling ato majalah wisata. Could be more infos.
Buat yang langganan tivi kabel [emang tivi laen gak pake kabel ya??hehe], pantengin terus channel travel&living, discovery channel, national geographic [klo perlu] ato Asian Food Channel [buat nambah info tempat makan enak].
Intinya, cari info sebanyak-banyaknya deh. Biar mudah menentukan pilihan. Sesuaiin sama karakteristik dan minat pribadi juga ya... [gak mungkin kan girlie menjelajahi negara Afghanistan? Hehehe]

>> bikin sketsa kasar jadwal traveling
Nah, ini yang kedua penting.
Udah dapet pilihan tempat tujuan traveling?
Langkah selanjutnya, sesuaiin deh sama jatah cuti yang diperbolehkan [buat yang kerja] ato jadwal liburan [buat yang masih sekolah].
Buat yang cuti, pinter-pinter atur hari cuti dengan libur bersama ato jadwal libur nasional lainnya, biar gak rugi. Contohnya, gw waktu kemarin traveling hanya mengambil cuti 6 hari untuk total perjalanan 12 hari. Sedap kaaann???
Sesuaiin juga dengan.... KOCEK!
Yayaya.... berharap traveling keliling Eropa dengan duit tabungan di bank sebanyak 5jt??? Ngimpi aja deh lo! Ato, berdoa menang lotere ato undian keliling Eropa, hehehe [ini gak berlaku buat yang punya keluarga di Eropa yaak. Gratis juga bisa itu sih!]
Tentuin perkiraan berapa hari di tempat ini dan berapa hari di tempat itu, biar gampang pesen tiketnya.

Jangan lupa... selalu sediakan CADANGAN RENCANA!

>> belom telat untuk... bikin passport dan visa
Yak, buat yang mau ke luar negeri dan belom punya passport, segeralah buat. Maksimal, 1 bulan sebelum due date, kecuali kalo mau menyuburkan benih-benih busuk kebirokrasian yang udah kuat menancap di tubuh negara kita tercinta ini alias....nyogok, hehe. Satu hari pun bisa jadi passport seharga? Bervariasi sih, tergantung nemu calonya yang gimana. Paling murah sekitar 500ribuan nett. The choice is yours!

Gak susah kok bikin passport! Dan asal mengikuti aturan dengan tepat, dalam waktu 2mingguan, buku hijau itu akan sampai juga di tanganmu. Eheheh.
Yang penting, sediakan fotokopi: akte kelahiran, kartu keluarga, KTP, ijazah terakhir, dan surat rekomendasi dari kantor [buat yang kerja]. Jangan lupa, bawa juga yang aslinya pas interview, buat cross-check. Oh ya, harganya? Terakhir sih... sekitar 290rebu [udah plus formulir passportnya].

Soal visa, silakan diurus ke kedutaan besar masing-masing negara. Berdasarkan info yang didapat sih, EMANG rada ribet. Jadi pastikan jauuuuhhhhh-jauh hari sebelom due-date visa dibuat [temen gw pernah bolak-balik sampe lebih dari 2 bulanan gara-gara dicurigai mengidap TBC, alaaa... musti ada dokumen medical check-up buat negara tertentu dan tinggal dalam jangka waktu lama].

Tapi kalo pengen sensasi traveling ke luar negeri tanpa visa, bisa banget kok. Sebagian negara asia membebaskan visa bagi sesama negara asia untuk masa tinggal sampai 30 hari. Manfaatkanlah!

>> pesen tiket
Yap! Realisasikanlah rencana itu!
Bukannya mau beriklan sih di sini. Hanya saja, jangan gengsi ato ragu untuk memanfaatkan program promosi tahunan sebuah maskapai penerbangan yang melayani banyak negara Asia dengan harga cukup murah [denger-denger, setelah diambil oleh Virgin, maskapai itu akan melayani penerbangan Australia di akhir tahun 2008. YIPEE!!!]

Bersabarlah menunggu, karena biasanya promosi tahunan itu muncul di akhir tahun untuk penerbangan di tahun berikutnya, atau di awal tahun untuk penerbangan di pertengahan tahun yang sama. Sangat berguna sekali promosi itu saudara-saudara! Sebagai contoh, biaya pesawat PP [sampe Indonesia lagi] untuk 5 negara yang harus gw keluarkan kemarin hanya sekitar.... 1,7juta bersih. Hmmm... bayangkan kalau harus memakai maskapai lain yang mungkin dengan harga yang sama baru mendarat di satu negara satu kali jalan pula, bukan?
Untuk booking promosi tahunan maskapai penerbangan itu, hanya ada dua saran.... bersabar dan jangan menyerah, hahaha!!! Secara, peminatnya bejibun bow!!! Mungkin ada baeknya melatih kekuatan jari jemari dan jantung, jauh-jauh hari sebelum promosi itu keluar, hehe.

Oiya, sedikit tips, jangan pilih dua penerbangan dalam satu hari [transit]. Kenapa? You’d never know what’s gonna happen next bukan? Being delayed is so-not-cool babe.

>> bikin flexibly-fixed schedule
Naahh... udah dapet tiketnya?
Mulailah kembali mengulik daerah wisata tempat tujuan traveling. Hanya saja, kali ini udah lebih intens. Pelajari transportasi di daerah itu, buat sekedar bayangan biar gak kaku banget saat naek transportasi lokal. [Contohnya, di negara-negara maju, gak ada deh angkot yang berenti seenak udel, jadi harus tau halte-haltenya atau station MTR terdekat dengan tempat tujuan. Ato juga, angkot di sono, gak ada yang pake istilah “Kiri Bang!”, hehehe, jadi jangan norak teriak-teriak. Sediain juga: uang receh!!!]
Pelajari juga culturenya, biar gak mendadak harus berurusan dengan pihak berwajib hanya gara-gara kesalahan kecil.

Buat yang waktu travelingnya terbatas oleh jadwal rutinitas di kampung halaman [baca: ngantor/sekolah], pastikan waktu untuk ke daerah wisata, belanja, eksplor kota plus istirahat cukup proporsional. At least, tujuan utama jangan sampe terlewatkan hanya karena jatuh sakit kecapean gara-gara keasyikan belanja, hehehe.

Nah, sekedar tips, gak ada salahnya kok bikin buku kecil agenda rencana perjalanan yang disusun per hari dan per jam, daerah tujuan, how to get there and what to do/see there. Termasuk juga estimasi biaya yang harus dikeluarkan seperti ongkos [info dari banyak sumber. Cari deh!] maupun biaya masuk tempat wisata, biar gak kehabisan bekel di tengah jalan, gitu.

Jangan terlalu fixed atau padat dan berdekatan. Seperti gw bilang, you’d never know what’s gonna happen next. Mendadak delay? Mendadak gak ada transport? Mendadak sakit? Ato nemu tempat lain yang lebih menarik? Well, make sure that the schedule is really flexible!

Buat yang loose-traveller dalem arti gak ada tugas menanti di kampung halaman.... just explore it as long as you like. Make plans on the road. It’s more fascinating! Kurang duit? Gak usah belanjalah! Nginepnya? Beratapkan langit beralaskan bumi aja ato... make friends with the natives! They’d love to welcome you to their places. Believe me!

>> booking
Nah, untuk memudahkan dan meminimalkan pengeluaran uang cash, ada baeknya untuk booking hotel maupun tiket masuk tempat wisata ato juga tiket ferry [buat perjalanan lanjutan], secara online.

Ada puluhan ratusan situs booking hotel/hostel dengan aneka range harga yang benar-benar diakui [dan disamakan?]. Pelajari deh karakteristik tiap penginapan yang disesuaikan dengan budget dan.... karakteristik personal. Kenapa? Karena gak mungkin buat orang yang sangat privasive [is that a word?] dan bersihan harus nyewa kamar yang konsepnya dorm. Udah satu kamar isinya bisa sampe 12 orang, kamar mandi pun entah dimana dan bagaimana rupanya. Hehehe. Tapi, kamar yang kayak gitu itu yang justru bikin kocek begitu friendly alias... gak mahal bow! Harga sih tergantung tempat tujuan memang dan letak si penginapan itu sendiri. Range harga per bed untuk yang konsepnya dorm itu rata-rata sekitar 50-100ribu rupiah per malam. Well... worthed kan?

Untuk daerah wisata tertentu, memberikan kemudahan fasilitas booking online biar gak harus capek antri [contohnya, Disneyland Hongkong] dengan masa validasi sekitar 6 bulan setelah booking tiket. Pergunakanlaah!!! Atau juga beberapa transportasi pun menganut paham ‘online-booking’ yang benar-benar membantu. Gak enaknya sih, hanya satu: musti bawa-bawa kertas print ‘verified’ itu, hehehe.

Oiya, booking online, artinya harus pake credit card. Either bikin dulu [buat yang gak punya] ato jajahlah credit card tetangga, hehehe.

>> NABUNG!!
Betul sekali! Mulai detik itu, segeralah mengetatkan ikat pinggang, sering-sering puasa senin kamis, puasa mutih sekalian [ahahah]. Tumpuklah koin-koin emas itu setinggi-tingginya.
Hindari mall.
Hindari restoran.
Hindari toko buku [buat gw]
Hindari toko musik [buat gw]
Haaa..... hidup begitu merana sekali ya...?

But again... NO PAIN NO GAIN, folks!

>> Tuker currency
yup!!
Buat yang mau ke luar negeri, pasti deh jadi jago baca laju perkembangan nilai tukar mata uang. Hehehe. Sering-sering bertandang [via online ato by phone] ke bank buat tau rate-nya. Dan begitu rupiah menginjak kepala 8, segera... tukarkan ke wajah-wajah biadab para presiden USA [hehehe, kidding!]. Tapi memang US Dollar adalah mata uang ‘ramah tukar’ dimana pun. Jadi, tuker langsung dengan US Dollar, baru di negara tujuan ditukar dengan mata uang lokalnya. Jadi lebih gede dapetnya.
Dalam hal penukaran, jangan full nuker ke pecahan US$100, pecahan US$50 lebih bagus, jadi gak perlu full tuker US$100 ke mata uang negara tujuan. Begituuhh....

>> packing
nah.... ini dia yang harus dilakukan. Bagusnya sih, 2 hari sebelum keberangkatan semua udah di-packing dengan baik. At least, udah tau mau bawa apa aja.

Jangan bawa baju banyak2!!! 2-3 kaos katun, 1 celana panjang kargo, 2 celana pendek udah lebih dari cukup! Kecuali kalo perginya bulanan. Dengan bekal pakaian segitu, cukup kok buat menjelajah selama 2 minggu. Buy the local shirts!! Itu sudah pasti kaan? Underwear? Cukup 4 buah aja [untuk 2 mingguan]. Ada teknologi bernama pantyliners. Bawa yang banyak pantyliners. Ada juga teknologi bernama... nyuci. Hehehe. Yup!

Obat-obatan pribadi adalah yang paling penting. Tapi gak perlulah bawa satu kotak P3K segala. Secukupnya aja, buat pertolongan pertama. Selebihnya, di sono juga ada obat, kecuali klo perginya ke tengah padang pasir, hehe. Obat yang penting: obat perut, obat pusing, obat alergi, obat mabuk perjalanan, plus obat2an khusus lah. Kalo mau merambah hutan, jangan lupa, bawa obat malaria [bener kan?]

Makanan kering kampung halaman? Gak ada salahnya dibawa, terutama buat yang susah adaptasi dengan lidah lokal. Sebungkus kecil abon/kering kentang/kering tempe cukup kok.

Bikin juga fotokopian dokumen penting [KTP, Passport, kartu kredit, tiket pesawat], siapa tau berguna. Taro di tempat terpisah sama dokumen asli. Kalo ilang, emang gak bisa dipake sih, tapi bisa berguna buat ngurus surat-surat baru gitu.

Bikin check list biar gak kelupaan. Gak lucu kan, udah ada di antah berantah mendadak baru inget klo obat asthma masih tersimpan rapi di rumah? Heheh..

>> berdoa dan berharap
Yup!
Besok udah mau berangkat? Udah kelar packingnya? Udah dicek berulang kali?
Kalo begitu, tugas selanjutnya adalah.... banyak-banyak berdoa dan berharap agar perjalanannya lancar dan bisa kembali ke rumah dengan selamat. AMEEENNN.... ^_^

-----------------------------------------------

...Add the list yourself if you want...

kayaknya sih, gak ada yang kelewat. At least, itu yang gw lakukan saat kemaren mau traveling.
Enjoy the preparation!
Pastinya, saking excited dengan rencana traveling, bakal merasakan kepakan sayap kupu-kupu dalam perut untuk jangka waktu yang cukup lama. Pengin cepet-cepet tereak... “I’m Seein’ the WORLD!!” gitu, hehehe.